Mendarat di Incheon Airport, Jisung berjalan dengan perasaan gelisah. Apa yg sebenarnya terjadi, perubahan sikap Lisa, yg Sakuya ceritakan jadi sebenarnya apa?
Tapi apapun itu yang pasti bukan hal yg baik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Boleh bicara sebentar?" Ucap seseorang menghentikan langkah Jisung
.......
Berakhirlah dengan mereka berdua duduk di sebuah resto yg masih sepi karna ini masih lumayan pagi.
Duduk berhadapan dengan hanya saling menatap satu sama lain tanpa ada satupun yg memulai pembicaraan.
Mengerti seseorang yg ada di hadapannya kini sedang tidak baik-baik saja terlihat dari kedua tangannya yg mengepal erat.
"Maaf..." lirih Jisung yg seketika meruntuhkan pertahanan Sullyoon, air matanya luruh, semua emosinya menguap.
"Kenapa? Kenapa minta maaf?" Lirih Sullyoon terisak hingga seluruh tubuhnya gemetaran.
"Aku...melakukan kesalahan" lirih Jisung
"Aku juga berselingkuh darimu dan kamu tau itu, tapi aku tidak pernah minta maaf, dan kenapa saat kamu berselingkuh kamu malah minta maaf? Jangan terlalu baik padaku, membuatku tidak bisa lepas darimu" cerocos Sullyoon masih terisak.
"Tidak...dia tidak pernah mengadu apapun padaku, dia tidak pernah mengatakan apa kesulitannya, apa keinginannya, dia sudah terlalu banyak masalah jadi kumohon jangan marah padanya"
"Kenapa begitu membelanya? Kamu ingin aku semakin membencinya hmm?" Lirih Sullyoon menatap Jisung dengan tatapan marah.
"Aku yg bersalah, aku yg memulai semua kekacauan ini, jadi kumohon jangan sakiti dia" lirih Jisung menunduk.
"Kenapa?" Lirih Sullyoon membuat Jisung menatap ke arahnya "Dari sekian banyak wanita yg memujamu kenapa harus dia?"
Jisung diam tanpa jawaban, bukan tidak ingin menjawab karna Jisung sendiri tidak tau apa jawabannya.
"Dari sekian banyak wanita yg memujamu selama ini kenapa harus dia yg jelas-jelas kamu tau dia sudah menikah?" Sullyoon menangis histeris.