"Maaf....."
"Kalau begitu aku permisi" Lisa hanya bisa menunduk tanpa berani sedikitpun menatap Jisung.
"Tunggu......nuna bisa nyanyi?"
"Huh?"
"Backing vocal, bandku sedang mencarinya" jelas Jisung
"Tapi....aku tidak bisa bernyanyi" lirih Lisa membungkuk sesaat kemudian kembali berjalan pergi.
"Hanya nyanyi nuna, tidak terlalu menghabiskan banyak waktu dan tenagamu, imbalannya dengan prosentase royalti, bukan secara bulanan" jelas Jisung membuat Lisa menghentikan langkahnya.
"Mau dicoba dulu? Take vocal?" Bujuk Jisung.
"Kalau ternyata suaraku buruk?" Tanya Lisa.
"Akan aku pertimbangkan nuna untuk part time disini" ucap Jisung membuat Lisa berfikir
Bukankah ini kesempatan emas untuknya?
Lisa sedang butuh banyak uang, tapi tubuhnya yg rentan sudah tidak sanggup lagi jika harus melakukan pekerjaan anarkis lainnya
"Kapan?" Tanya Lisa
"Hari ini bisa? Setelah nuna pulang kerja?"
"Take vocalnya dikantor mu" celetuk Jisung membuat Lisa mengernyitkan dahi.
"Maksudnya?" Tanya Lisa
"Lantai 7, studio rekamannya di sana kan?"
"Darimana kamu tau?" Lisa semakin dibuat bingung.
"Karna aku sering kesana nuna"
"Nuna benar-benar tidak percaya saat aku bilang aku anak seni? Dan aku punya band" jelas Jisung semeyakinkan mungkin tapi Lisa justru semakin mengernyitkan dahi menunjukkan ketidak perkataannya.
"Astaga....nuna benar-benar ya" Jisung malah terkekeh dengan tingkah lugu Lisa yg selalu tidak bisa menutupi jika dirinya sedang mode curiga pada Jisung.
"Tapi aku tidak pernah melihatmu" ucap Lisa masih mode curiga.
"Baiklah....aku tidak ingin banyak bicara yg akan semakin membuatku terlihat seperti pembual di hadapanmu, tunggu saja nanti selesai nuna bekerja, naiklah ke lantai7"
"Aku ada di sana"
🐹🐹🐹
"Mark...liat Jisung?" Tanya Sullyoon yg sengaja menunggu Jisung depan kelas Jisung karna tau hari ini Jisung kuliah sore, tadinya pengen paksa Jisung supaya mau diajak ngadate.
Nyatanya Jisung lebih cerdik, dia tau Sullyoon menunggunya di depan kelas sedari tadi.
Tak ingin Sullyoon mengganggu janjinya dengan Lisa, Jisung sengaja bertukar pakaian dengan Jeno saat akan keluar kelas.
Postur Jeno yg paling hampir mirip dengannya, jika memakai hoodie dan penutup kepala, Sullyoon tidak akan notice. Dan benar saja Sullyoon terkecoh.
"Jisung? Udah keluar daritadi dia"
"Hah? Daritadi gimana? Aku belum ada lihat dia keluar, orang daritadi aku ada disini"
"Kamu bohong ya? Pasti Jisung masih ada di dalam kan" cibir Sullyoon nekat masuk ke kelas Jisung dan benar, tidak ada Jisung disana
"Gimana? Masih mau bilang aku bohong?"
"Dia keluar lewat mana?" Sullyoon masih tidak terima jika dia kecolongan lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Snow (Lalisa-Park Jisung)
FanfictionJatuh cinta itu nggak salah, tapi kalau jatuh cintanya sama istri orang?
