"Lukamu?" Lisa terlihat khawatir
"Biarin aja, nanti juga sembuh sendiri" celetuk Jisung cuek berjalan meninggalkan Lisa
"Ya kalo sembuh, kalo malah infeksi dan makin parah?" Tanya Lisa membuat langkah Jisung terhenti dan menoleh ke arahnya
"Mau ngobatin?" Tanya Jisung menoleh dan menatap Lisa.
........
"Kartu identitasmu?" Tanya Jisoo menatap penuh selidik
"Hah?" Jisung mode bingung
"Kartu identitas, kartu mahasiswa, atau apapun yg bisa menunjukkan identitasmu" todong Jisoo.
"Astaga.....aku fikir Lisa nuna sudah yg paling curigaan di dunia, ternyata temennya lebih parah" protes Jisung tapi pada akhirnya mengalah dan memberikan kartu mahasiswanya pada Jisoo.
Jisoo meneliti setiap tulisan yg tertulis di kartu mahasiswa Jisung sembari menatap Jisung dari ujung kaki ke ujung kepala berkali-kali.
"Ini namanya waspada.....aku tidak ingin ada orang jahat masuk ke rumahku" celetuk Jisoo karna pada akhirnya Lisa membawa Jisung ke rumah Jisoo untuk diobati lukanya
"Bukan aku...temanmu yg membawaku kesini" protes Jisung
"Tau gitu mending ke rumah sakit...ini lebih disebut diinterogasi nggak sih daripada diobati?" Jisung berdecak tapi justru membuat Lisa terbahak sedari tadi melihat adu argumen dari kedua manusia di hadapannya.
"Namamu Park Jisung? Ah....aku baru tau" ucap Lisa yg ikut membaca kartu mahasiswa milik Jisung
"Nama kalian bahkan hampir mirip, sifat juga mirip sepertinya" celetuk Lisa
"Apanya yg mirip?" Kompak Jisung dan Jisoo bersuara sebagai bentuk protes
"Tuh kan mirip" Lisa terbahak hingga memegangi perutnya saking lucunya mereka berdua.
"Jangan mudah percaya dengan orang asing Li, nggak baik" cibir Jisoo sembari melirik ke arah Jisung
"Siapa yg orang asing?" Protes Jisung.
"Kalian baru kenal kan? Itu namanya orang asing!" Cibir Jisoo tapi sebenarnya Jisoo senang melihat Lisa bisa tertawa lepas kali ini, entah kapan terakhir kali Jisoo bisa melihat Lisa tertawa lepas sebahagia ini.
"Li...yakin nggak salah orang kan? Bener yg kayak gini yg pernah nolong kamu?" Ledek Jisoo membuat Jisung menghembuskan nafas panjang.
"Astaga......pulang ajalah" Jisung mode ngambek
"Eh jangan....Jisoo udah ih, kasian anak orang ngambek...." Lisa terkekeh dan menyuruh Jisung kembali duduk.
"Bisa tahan sakit nggak?" Lisa mulai mode seriusnya
"Hah? Gimana?"
Lisa hanya diam, membersihkan luka di wajah Jisung dengan cairan infus. Baru kemudian mengambil sebuah salep berwarna putih.
"Salepnya....akan sedikit perih, tapi bisa membuat bengkak di wajahmu cepat kempes"
"Tahan sebentar ya" jelas Lisa fokus mengoleskan salep itu perlahan di tempat lukanya, dan Jisung?
Jangan ditanya lagi
Jantungnya tidak lepas di tempat aja udah untung banget
"Sakit?" Tanya Lisa memastikan tanpa menatap mata Jisung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Snow (Lalisa-Park Jisung)
FanfictionJatuh cinta itu nggak salah, tapi kalau jatuh cintanya sama istri orang?
