"Tapi aku harus pergi bekerja"
"Ngapain kerja? Aku bosnya....dan aku bilang disini aja"
"Mana bisa seperti itu?" Protes Lisa
"Bisalah....kan aku bosnya"
"Tetap disini....jangan kemana-mana, setidaknya sampai mama datang"
"Ish....dasar aneh, dari semalam menyuruhku terus pergi....kenapa sekarang aku tidak boleh pergi huh?"
"Kan aku menyuruh perginya semalam....siapa suruh semalam nggak pergi" elak Jisung.
Tak mau ambil pusing dengan betapa plin-plan Sajangnim nya satu ini, Lisa memilih memberikan selembar plester kompres demam ke arah Jisung
"Apa?" Bingung Jisung
"Tempel di dahimu, kamu masih demam" perintah Lisa
"Aku yg mesti menempelkannya sendiri?" Protes Jisung
"Kenapa? Kamu bisa duduk sendiri kenapa tidak bisa menempelkan ini ke dahimu?" Protes balik Lisa
"Perasaan semalam nggak galak kayak gini" Jisung nyalinya menciut bagai bayi yg penurut dan menempelkan plester kompres demam ke dahinya.
"Ya itu kan semalam" Lisa terkekeh
"Semalam kamu nangis"
"Hah? Masak? Nuna ngarang pasti" ucap Jisung memicingkan mata.
"Mana ada aku ngarang? Semalam ada yg nangis merintih, mama....sakit...." Ucap Lisa menirukan Jisung semalam dan terbahak.
"Lucu banget sih kalo sakit manggil mamanya" lagi-lagi Lisa terbahak.
"Ya trus mesti manggil siapa? Istrinya? Kan belum punya..." sindir balik Jisung dan membuat Lisa terdiam.
"Enak ya yg masih punya mama, bisa buat tempat mengadu, setidaknya kalau sakit bisa panggil mama" lirih Lisa yg tiba-tiba menjadi sendu.
"Tidak ada mama sendiri tapi nuna kan punya mama mertua bukankah sama?"
"Ada suami juga....pasti jadi tempat pertama untuk kembali dan berkeluh kesah kan?" Jisung mulai dengan pertanyaan yg menggiring Lisa.
"Hmm? Sok tau kamu....kayak punya aja" Lisa berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Bukan sok tau, hanya....itu yg aku lihat" celetuk Jisung
"Hmm?" Lisa mengerutkan dahi
"Iya itu yg aku lihat, mamaku juga kehilangan orang tuanya dari kecil, tapi nenekku..mama nya papa baik banget ke mama, malah nenek lebih sayang mama deh daripada papa.. anaknya sendiri"
"Orang kalau kerumah pasti bilangnya putri cantik mama dimana?
"Temenin mama shopping yuk, atau mau traveling aja? Tapi Jae nggak usah diajak, sok sibuk dia, ajak Jie aja" ucap Jisung menirukan gaya berbicara neneknya.
"Dasar....tukang roasting" Lisa kembali terkekeh.
"Kakek Nenek kamu masih?"
"Enggak...tinggal nenek..."
"Oh....keluarga kamu hangat banget ya? Easy going juga"
"Ya...seperti itu, nggak tau apa namanya, tapi memang asli seperti itu" jelas Jisung
"Iya....asli hangatnya"
"Iya....mau jadi keluarga juga?" Celetuk Jisung
"Hah?"
"Mama dari dulu pengen banget punya anak cewek katanya biar bisa diajak shopping sama ke salon, tapi kan anak mama cuma satu.. cowok lagi"
"Anak cewek? Tapi sepertinya aku lebih cocok jadi adeknya mama kamu daripada jadi anaknya, selisih umur kami hanya 10 tahun" Lisa terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Snow (Lalisa-Park Jisung)
FanfictionJatuh cinta itu nggak salah, tapi kalau jatuh cintanya sama istri orang?
