Pain

456 84 11
                                        

"Aku datang untuk mengambil mobilku" ucap Jisung tanpa basa basi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Aku datang untuk mengambil mobilku" ucap Jisung tanpa basa basi.

"Apa maksudmu?" Ucap Junho menatap Jisung tak kalah sengit, dan baru kali ini Jisung dan Junho bertemu.

"Dimana.....mobilku?" Ucap Jisung penuh penekanan jangan lupa tatapan mautnya melirik ke arah Lisa yg menyusul Junho berjalan ke arah pintu.

"Siapa kamu...lancang banget datang ke rumah orang langsung membuat keributan" ucap Junho hendak mendekat ke arah Jisung tapi langsung dihadang seseorang berjas hitam dan berdasi.

"Menggelapkan mobil kantor, ditambah melakukan pemukulan, anda bisa dipidana maksimal lima tahun penjara dan denda maksimal seratus juta won" ucap lelaki berjas hitam itu.

"Ini lagi....siapa anda?" Marah Junho.

"Saya kuasa hukum 88rising entertainment, dan beliau CEO di 88rising entertainment"

"Dimana....mobilku?" Tanya ulang Jisung menatap tajam ke arah Lisa.
"Kamu tau apa peraturan fasilitas kantor?"
"Hanya....dipakai...untuk...kegiatan...kantor"
"Kenapa kamu punya nyali untuk melanggarnya?" Jisung terus menatap tajam ke arah Lisa meski dihadapannya suami Lisa.

"Maafkan istriku, kami akan segera mengembalikannya" ucap Junho membuat Lisa menatap Junho dengan rasa kecewanya.

Bukan Lisa yg bersalah, kenapa harus minta maaf atas nama Lisa.

"Segera? Aku ingin mobilku kembali saat ini" lagi lagi tatapan Jisung tidak teralih dari Lisa

"Aku akan menunggu, jika tidak bisa aku dapatkan malam ini juga, akan aku pastikan polisi datang kesini untuk menangkapmu atas tuduhan penggelapan" dan kali ini baru pandangan Jisung teralih ke Junho.

"Aku?" Kaget Junho

"Kenapa? Kamu ingin istrimu yg aku jebloskan ke penjara?"
"Bukankah tugas seorang suami menjadi tameng istrinya di segala situasi?"
"Kamu tidak mau menggantikan istrimu untuk mendekam di penjara?"

Lisa benar-benar dibuat tersentak oleh semua ucapan Jisung.

Hampir-hampir air mata Lisa dibuat tumpah karena ucapan Jisung.

Jisung terkekeh dalam hati, ingin sekali rasanya Jisung melayangkan bertubi-tubi hantaman pada suami tidak berguna Lisa itu.

Tapi bukan sekarang, bukan itu goal yg Jisung inginkan. Jisung hanya ingin menyadarkan Lisa, membuka otak Lisa dengan semua ketololannya selama ini.

Dan perseteruan mereka terjeda ketika suara mobil berhenti tepat di depan rumah Lisa.

Mobil kantor...bukan, sebenarnya itu mobil pribadi Jisung, meski memang ada fasilitas mobil untuk struktural, tapi Lisa masih masa probation tiga bulan, belum resmi menjadi seorang manager jadi belum mendapatkan fasilitas mobil kantor.

Baru juga Monhae turun dari mobil bersama suami dan putrinya, dan tanpa bertanya apapun Jisung berjalan ke arah Monhae dan

Plakkkkk......
Sebuah tamparan
Dari tangan Jisung
Mendarat di pipi Monhae

Snow (Lalisa-Park Jisung)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang