Sajangnim

428 66 7
                                        

"Siap untuk besok boy?" Tanya papa Jae pada putranya yg sedang berada di ruangannya.

Sebenarnya tadi saat Lisa dan Jisung berpapasan di lift, Jisung juga akan ke lantai8 menemui papanya, tapi berhubung ada Lisa disana, Jisung mengurungkan niatnya.

"Kalau aku bilang belum siap memangnya bisa diundur pa?"

"Sudah 5 hari, kamu sendiri yg bilang deal, kalau sampai diundur itu namanya ucapanmu tidak bisa dipegang, pantang seorang laki-laki tidak bisa dipegang ucapannya" cerocos papa Jae membuat putra kesayangannya manyun maksimal mode on.

"Papa tadi ngapain manggil dia kesini?"

"Dia siapa?" Papa Jae berlagak seolah tidak tau yg dimaksud putranya.

"Dia....!"

"Iya siapa? Orangnya punya nama kan? Karyawan papa itu ada ratusan disini, mana papa ngerti yg mana tanpa kamu menyebutkan namanya" goda papa Jae.

"Lalisa, kenapa papa panggil dia kesini?"

"Oh Lalisa, kenapa kepo? Lagi marahan kan?" Papa Jae mengangkat sebelah alisnya.

"Papa nguntit Jie ya? Atau pasang chip di badan Jie?" Jisung mengernyitkan dahi.

"Ngapain serepot itu?"
"Papa nyuruh kamu kesini daritadi, bareng dengan papa nyuruh Lalisa kesini, tapi apa?"
"Kamu kesini nya nunggu Lalisa nya pergi dulu kan? Itu berarti kalian lagi marahan"

"Ish...." Jisung mode manyun

"Papa menyuruhnya ke Busan" ucap enteng papa Jae

"Bercandanya nggak lucu pa" ucap Jisung santai dan malah mendudukkan diri di kursi sang papa.

"Kenapa papa harus bercanda? Kamu tidak tau Lalisa melakukan beberapa kali eror di hari ini? Aku rasa itu karna kamu"

"Kok aku?" Protes Jisung

"Karna kalian sedang marahan, Lalisa jadi tidak bisa fokus bekerja, dan itu bisa berakibat fatal apalagi dia di bagian marketing"

"Memangnya eror seperti apa yg dia lakukan hari ini?" Jisung mulai terpancing jebakan papanya.

"Kelebihan menuliskan angka 0 dalam pembukuan, fatal kan?"
"Papa tidak mau rugi dengan menempatkan nya satu tempat kerja denganmu, jika kamu berulah sedikit saja perusahaan ini bisa bangkrut kamu tau?"

Sungguh semua itu hanya bualan papa Jae, Lisa memang melakukan eror hari ini.
Tapi hanya sekedar menuangkan air dalam gelas berlebihan hingga berceceran di lantai, atau menyenggol map berkas hingga banyak kertas berceceran di lantai.

"Berapa kerugian karnanya hari ini?" Ucap Jisung sedikit menunjukkan perhatiannya.

"Kenapa? Kamu yg mau gantiin?"
"Woah....dalam bisnis tidak boleh seperti itu boy, harus bisa memisahkan antara perasaan dan bisnis kalau tidak begitu bisnis yg kita jalankan bisa cepat bangkrut"

"Apa sih pa ngomongin bisnis mlulu"
"Nggak semua hal dihitung dengan uang kan?" Jisung mulai terpancing emosi.

"Apa?"
"Apa hal yg tidak bisa dihitung dengan uang?"
"Cinta?"
"Kamu aja cemen gitu, ngambekan pulak" ucap papa Jae mengangkat sebelah alisnya.

Snow (Lalisa-Park Jisung)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang