"Memasuki musim dingin kenapa keluar rumah tanpa baju hangat?" Tanya Jisung setelah berputar area Yangsan Hospital beberapa kali nyatanya Lisa berada di jarak yg sudah cukup jauh dari rumah sakit dan jika dilihat dari keaadaan Lisa saat ini, Lisa benar berjalan kaki dari rumah sakit.
Dan orang waras mana yg akan berjalan kaki sejauh itu.
"Kenapa kamu selalu muncul dimanapun?" Lirih Lisa tanpa menoleh tapi sudah tau itu suara siapa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Nuna bisa benar membeku jika seperti itu terus" ucap Jisung membuka jaketnya dan memberikannya ke arah Lisa.
Hanya memberikannya ya, bukan memakaikan nya 🤭
"Tidak perlu, aku justru berharap membeku dan mati" lirih Lisa membuat Jisung terpaku ditempat tanpa berani menatap Lisa.
"Jadi....sesakit apa kehidupanmu hingga kamu ingin mati?" Lirih Jisung dalam hati
"Nggak selamanya mati itu menyelesaikan masalah nuna" ucap Jisung ikut duduk di sebelah Lisa "Kalau ada yg menyakiti itu dibales, bukan hanya diem aja" lirih Jisung balik membuat Lisa merasa balik tersindir oleh kalimat yg pernah Lisa ucapkan pada Jisung. "Jangan terlalu bodoh...nanti banyak yg ingin menyakiti" ucap Jisung tapi lagi-lagi Lisa hanya diam dan menunduk, tidak menjawab, tidak juga menangis, tatapannya kosong.
"Ikut aku yuk" Jisung berdiri dari duduknya
"Kemana?" Lisa sedikit mengangkat kepalanya menatap Jisung.
"Ketempat dimana nuna bisa meluapkan semuanya" ucap Jisung dan...sejak kapan Lisa jadi mudah percaya dengan orang?
Nyatanya sekarang Lisa sudah memakai jaket Jisung dan seperti anak kecil yg menurut begitu saja, Lisa duduk di atas motor Jisung.
"Kalau canggung, pegangan ujung kemejaku aja, tapi tetep harus pegangan biar nggak jatuh" jelas Jisung tapi Lisa kembali bungkam meski tangannya menurut dan memegang ujung kemeja Jisung.
..........
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.