Seperginya Mingyu, Jisung lebih memilih mendudukkan dirinya di sebuah kursi menatap halaman belakang rumah Lisa.
Merenungi apa saja yg sudah terjadi, dan apa saja yg terlewat di hidupnya.
"Apa itu sebabnya tadi Lisa berubah fikiran?"
"Dan menyuruh orang itu kesini untuk membuatku pergi menjauh?"
"Aku pernah melakukan kesalahan, tapi...apa kesalahan ku sefatal itu hingga aku tidak memiliki kesempatan untuk memperbaikinya?"
"Mungkin itu hak Lisa untuk kembali jatuh cinta, kembali menata kehidupannya"
"Kembali mengenal orang baru"
"Tapi...kenapa aku tidak bisa merelakannya?"
Lamunan Jisung terusik oleh sebuah langkah kaki yg menuruni anak tangga.
"Pie Apple favorit Jiun, dari ibu mertuamu" ucap Jisung menyodorkan satu kotak besar berisi pie Apple ke sudut kursi panjang, kursi yg sedang Jisung duduki
Lisa mengernyitkan dahi, ibu-mertua?
Mama Wendy dong?
Kapan mama Wendy bawa pie Apple?
Dan...kan mama Wendy sedang bersama Jiun
Kenapa pie Apple nya malah dibawa kesini bukan langsung diberikan pada Jiun?
"Pacarmu barusan kemari buat nganter ini, katanya mamanya sedang membuat kue tiba-tiba teringat Jiun dan ini hasilnya"
"Maaf aku mengusirnya" lirih Jisung tanpa menoleh ke arah Lisa.
"Pacar?" Lirih Lisa semakin tidak mengerti kemana arah pembicaraan Jisung.
"Dia kenapa coba?
"Aneh...tiba-tiba jadi aneh gini" batin Lisa.
"Boleh ngobrol sebentar?" Lirih Jisung dengan nada tegas tapi entah kenapa terasa melankolis
Lisa mencoba mendudukkan diri tepat di sebelah Jisung duduk.
"Aku...aku tidak tau entah sudah berapa kali aku mengatakan ini tapi aku terus saja merasa aku perlu mengatakannya lagi dan lagi"
"Aku....minta maaf..." lirih Jisung yg tiba-tiba merasa tenggorokannya seperti tercekat.
"Aku minta maaf untuk semua kesalahan yg pernah aku perbuat padamu"
"Untuk semua kekacauan dalam hidupmu, maaf..."
"Aku terus merutuki diriku sendiri kenapa aku melakukannya saat itu, tapi...semuanya sudah terlewat jadi mau seberapa keras aku merutuki diriku, pada kenyataannya aku sudah membuatmu sakit, dan..."
"Tidak sepatutnya aku masih berharap bisa menebus kesalahanku, bisa menjadi orang yg membuat hidupmu bahagia, aku..."
"Terlalu tidak tau diri kan?"
"Meski egoku terlalu tinggi untuk melepaskan mu, tapi...kamu berhak bahagia Li"
"Bahagia dengan orang yg baru, jadi..." lirih panjang Jisung yg akhirnya baru punya nyali untuk menatap Lisa.
"Jadi...mungkin hari ini saatnya bagiku untuk melepaskanmu meski itu tidak pernah mudah bagiku tapi itu harus..."
"Aku tidak mau munafik, aku tidak bisa melihatmu dengan orang lain, jadi...aku titip Jiun ya Li..."
"Bentar...bisa jelasin ini sebenarnya ada apa?" Lisa benar-benar kebingungan dengan perubahan sikap Jisung yg mendadak.
Jisung bungkam, memilih menunduk dan kembali tenggelam dengan isi fikirannya.
"Aku hanya mandi beberapa menit dan kamu tiba-tiba jadi aneh gini? Berasa aku melewatkan ratusan tahun peradaban"
"Jadi...sebenarnya ada apa?"
"Dan...pacar? Siapa yg kamu maksud?"
Segala rentetan pertanyaan Lisa tak satupun mendapat jawaban dari Jisung.
"Aku harus ke rumah sakit" entah kenapa dari sekian banyak kalimat yg mungkin Jisung ucapkan, malah kalimat ini yg terucap dari bibir Jisung.
"Bisa tolong jangan menghindar lagi nggak?" Kesal Lisa karna lagi-lagi Jisung memilih menjauh setelah keadaan menjadi keruh.
"I have never been in a relationship with anyone....never" ucapan Lisa yg berhasil menghentikan langkah kaki Jisung yg ingin pergi meninggalkannya.
"Aku-tidak-pernah-jatuh-cinta-lagi-dengan laki-laki-manapun...."
"Jadi...aku nggak ngerti pacar yg kamu maksud di sini itu siapa?" Lisa benar-benar merasa emosinya sudah sampai ubun-ubun.
"Orang itu...barusan..." lirih Jisung
"Orang itu?" Sesaat Lisa berfikir siapa orang yg paling memungkinkan membuat kesalah pahaman ini, dan..akhirnya Lisa tau.
"Kalau yg kamu maksud pacar itu Mingyu, kamu salah besar"
"Tidak lebih dari seorang customer dengan owner, jika sedikit lebih itu hanya teman"
"Bohong" cicit Jisung.
"Kenapa aku harus membohongimu?"
"Aku-tidak-pernah-jatuh-cinta-lagi-dengan laki-laki-manapun....ngerti nggak?"
Jisung diam tak bergeming bahkan masih belum menoleh ke arah Lisa.
"Astaga....aku rasa nilai bahasamu benar-benar buruk sampai tidak bisa mengerti makna kalimat yg barusan aku ucapkan" kesal Lisa melihat Jisung masih membeku di tempat.
"Aku-tidak-pernah-jatuh-cinta-lagi-dengan laki-laki-manapun, itu artinya aku tidak mencintai Mingyu, jadi bagaimana mungkin dia bisa menjadi pacarku?"
"Dan....astaga aku tidak mengerti haruskah aku mengatakan ini tapi kurasa jika aku tidak mengatakannya dengan gamblang, kamu tidak akan pernah mengerti jadi..." Lisa menjeda kalimatnya sesaat.
"Aku-tidak-pernah-jatuh-cinta-lagi-dengan laki-laki-manapun, itu artinya...aku tidak pernah jatuh cinta lagi sejak aku jatuh cinta padamu...."
Park Jisung yg kembali dengan mode planga-plongo nya.
"Masih belum ngerti juga?" Kesal Lisa.
"I miss your kiss and I'm disappointed because it was only for a moment, can I say I want more?" Cerocos Lisa dan tidak butuh waktu lama, keinginan Lisa terkabul saat sesuatu yg kenyal dan terasa hangat itu kembali menempel pada bibirnya.
"I love you Li, always love you" ucap Jisung di sela ciuman mereka.
"And i still loving you" lirih Lisa.
"Kenapa nggak pernah bilang hmm? Aku benar-benar berfikir kamu membenciku"
"Parah...harusnya semua kalimat yg barusan aku ucapkan itu kamu yg mengatakannya" protes Lisa.
"Maaf aku terlalu bodoh.." rutuk Jisung
"Boleh bilang...kangen kamu nggak sih?" Bisik Lisa.
"And i will give you more" bisik balik Jisung dengan menahan tengkuk Lisa untuk semakin memperdalam ciuman mereka dengan Lisa yg tidak hanya diam dan membuka bibirnya untuk memberi Jisung akses untuk mengeksplore lebih.
Saling berpagutan, saling menyalurkan rasa rindu teramat sangat satu sama lain meski dengan resiko akan tertangkap basah oleh putranya atau mama Wendy yg bisa saja tiba-tiba datang.
Mengecup dan menyesap berulang-ulang sebuah bibir manis yg sempat menjadi candunya beberapa tahun lalu, dan akan kembali candunya di masa sekarang.
"Aku rindu aroma tubuhmu...Jie" entah apa yg ada di otak Lisa saat ini sampai bisa mengeluarkan kalimat itu dari bibirnya.
"Boleh aku bilang aku rindu eranganmu?" Bisik balik Jisung.
🐹🐹🐹
Hy guys author kembali
Hayo siapa yg kemarin suudzon sama Lisa?
🤭
Next up nya +++
Yg masih minor skip dulu ya😁🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
Snow (Lalisa-Park Jisung)
FanfictionJatuh cinta itu nggak salah, tapi kalau jatuh cintanya sama istri orang?
