1st Day

454 64 8
                                        

"Lalisa dipanggil Sajangnim"

Mendengar kalimat itu, Lisa bergegas menuju lantai 8. Entah kenapa kalimat dipanggil Sajangnim terdengar begitu menyeramkan bagi Lisa si paling disiplin.

Selalu bertanya-tanya apa dia membuat kesalahan sampai harus menghadap Mr Park.

Tapi langkah Lisa terhenti saat pintu lift terbuka di lantai 8, Lisa baru menyadari...
Sekarang Sajangnimnya ada dua.

Jadi....kali ini Sajangnim yg mana yg memanggilnya?

Tersadar dari lamunannya setelah sebuah jentikan jari di hadapannya.

"Masih terlalu pagi untuk melamun" ucap Jisung sedikit terkekeh dan memberi kode Lisa untuk mengikutinya.

"Bisa nyetir mobil?" Tanya Jisung setelah mempersilahkan Lisa duduk.

"Bisa..."

"Good...."
"Mobil kantor....mulai sekarang pakai ini" ucap Jisung memberikan sebuah kunci mobil ke arah Lisa

"Saya rasa saya belum memerlukannya.... Sajangnim"

"Oya? Kamu bisa jamin tidak akan pernah terlambat masuk kerja?" Jisung mengangkat sebelah alisnya

"Saya tidak pernah terlambat masuk kerja selama sepuluh tahun terakhir ini...Sajangnim"

"Tapi hari ini kamu terlambat datang ke kantor"

"Saya tidak terlambat Sajangnim..." protes Lisa

"Oya? Jam berapa kamu sampai ke kantor hari ini?"

"Jam 7.40 saya sudah di dalam kantor"

"Berarti kamu terlambat 40 menit"

"Hah? Jam masuk kantor jam 8.00 Sajangnim" protes Lisa semakin kesal

"Itu untuk karyawan biasa bukan untuk struktural"

"Tapi....di peraturan kantor tertulis jam masuk kantor jam8 untuk semua karyawan tidak terkecuali struktural" elak Lisa.

"Sudah di revisi, kamu nggak tau?" Jisung menunjukan layar laptopnya yg terpampang peraturan kantor terbaru.

"Kapan direvisi?" Gerutu Lisa tapi masih terdengar Jisung

"Intinya kamu salah, kamu terlambat hari ini"
"Jadi....jangan nyari alesan lagi, struktural itu harus memberi contoh yg baik untuk anak buahnya, faham?" Ucap Jisung dengan wajah tengilnya dan memberi kode Lisa untuk mengambil kunci mobil di hadapannya.
"Dan jangan suka membantah...nggak baik" lagi-lagi Jisung berbicara dengan wajah tengilnya.

"Ne....sajangnim" Lisa hanya bisa menghembuskan nafas dan mengambil kunci mobil di hadapannya

"Good"
"Mobil kantor, hanya digunakan untuk segala sesuatu yg berhubungan dengan kantor, semua tagihan bahan bakarnya, perawatannya, biaya pajaknya, akan ditanggung kantor"
"Dan satu lagi...hanya orang kantor yg boleh menaikinya!!!!!"

"Ne...Sajangnim"

"Jadi....kamu sudah bergabung dalam grup WA  struktural kantor?"

"Sudah Sajangnim, ada di komputer saya"

"Di komputer? Lalu kamu harus membawa komputer segede itu kemana-mana?"
"Repot sekali hidupmu..."
"Kamu tau team produksi mobilitasnya yg paling tinggi dikantor ini?"
"Kerja kita bukan hanya duduk di dalam kantor yg nyaman ini, team produksi lebih sering di lapangan, kamu tidak tau itu?"

Sajangnim di hadapannya saat ini benar-benar menyebalkan, sungguh. Tapi semua yg dia ucapkan benar, jadi Lisa hanya diam dan tertunduk.

"Ponsel kantor, peraturannya masih sama yg pernah aku bilang saat itu" ucap Jisung mengeluarkan box ponsel dari dalam lacinya.

Snow (Lalisa-Park Jisung)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang