"Lisa....belum pulang?" Tanya Yeri saat berkemas hendak pulang karna jarum jam sudah menunjukkan pukul 19.30.
"Kerjaanku belum selesai Yer" lirih Lisa menghembuskan nafas panjang.
"Nggak bisa besok lagi ya?"
"Deadline nya hari ini katanya" lirih Lisa
"Mau aku bantuin Li?"
"Jangan Yer...kasian anak kamu nungguin di rumah, kalau aku kan aman belum ada anak yg nungguin di rumah, hehehe"
"Li....maaf ya" lirih Yeri merasa bersalah
"It's okey Yer, take care ya, bye bye..."
"Kamu yg take care Li....di kantor udah nggak ada siapa-siapa"
"Aman....." Lisa tersenyum lebar mengangkat kedua ibu jari tangannya.
Jangan berharap Jisung menemani Lisa mengerjakan semua tugas yg membuat Lisa lembur, Jisung justru sudah pulang tepat jam 19.00 dan bertepatan juga saat suara cempreng Sullyoon tiba-tiba muncul di gedung lantai 7.
"Jisungnya ada?" Teriak Sullyoon sekitar setengah jam yg lalu
"Nggak ada....." jawab kompak semua karyawan lantai 7, kecuali Lisa yg memilih fokus pada tumpukan berkas di atas mejanya
"Bohong....aku lihat mobilnya masih ada di parkiran" cibir Sullyoon yg melenggang masuk dan mencari ruangan Jisung di lantai 7.
Fyi...untung Sullyoon tidak melihat Lisa, kalau nggak...bisa panjang urusannya.
"Jie-Chan....ayo ngedate" teriak Sullyoon padahal sudah berdiri di dalam ruangan Jisung
"Nggak bisa....aku sibuk...."
"Yaudah aku tungguin" Sullyoon duduk manis di sebuah kursi tepat di hadapan Jisung dan menopang dagu menatap Jisung yg sibuk dengan layar monitornya.
"Kamu makin ganteng kalau pake kacamata" lirih Sullyoon.
"Ini anak kalau nggak diturutin akan semakin ganggu" rutuk Jisung dalam hati.
"Yaudah yuk" Jisung menutup laptopnya dan segera berdiri menyambut uluran tangan Sullyoon dan berjalan tanpa dosa melewati Lisa begitu saja.
Untung tingginya tumpukan berkas di atas meja Lisa menutupi wajah Lisa, jadi Sullyoon tidak melihat Lisa ada disana.
"Mau ngedate kemana? Aku mau beli ice cream, mau nonton, mau karaokean juga" cerocos Sullyoon tepat saat melewati depan meja Lisa hingga Lisa mendengar semua percakapan mereka.
"Terserah kamu..."
"Janji ya terserah aku....awas kabur lagi" ucap Sullyoon bergelayutan di lengan Jisung.
"Itulah kenapa aku lebih percaya bentuk bumi jajar genjang daripada percaya ucapan bujang labil berumur 22tahun" gerutu Lisa dalam hati
........
"Astaga....kapan selesainya pekerjaanku" gerutu Lisa menghembuskan nafas kasar melirik jam dinding di ruang kantornya bahkan sudah menunjukkan pukul 22.00
Lisa itu tipikal orang yg lurus dan nurut, sangat disiplin dan anti pembangkang.
Makanya iya iya aja selama ini ditipu dan dimanfaatkan keluarga Junho.
Sangat disiplin dan bego itu....beda tipis sih.
Makanya hari ini saat Jisung bilang selesaikan semuanya, mungkin meski sampai subuh pun Lisa akan tetap di depan layar monitornya.
Terlalu lelah dan terlalu mengantuk, sudah berusaha membuat segelas kopi agar tetap terjaga. Tapi....kopi segelas habis, tetap saja matanya terpejam saat kepalanya tidak bisa lagi tegak dan berakhir tergeletak di atas meja kerjanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Snow (Lalisa-Park Jisung)
FanficJatuh cinta itu nggak salah, tapi kalau jatuh cintanya sama istri orang?
