Sayup sayup aku mendengar seseorang berbisik padaku
"Kamu kuat Li......"
"Bertahan sedikit lagi ya...."
"Tolong jangan tinggalkan aku sendiri lagi..."
Semuanya masih gelap meski aku berusaha untuk terbangun.
Apa aku.......tidak usah bangun saja?
Seseorang....menangis?
Aku mendengar rintihan tangisannya.
Tapi siapa?
Apa dia menangisiku?
Tapi kenapa menangisiku?
Aku lelah....
Aku ingin beristirahat sejenak
Jadi tolong biarkan mataku terpejam dulu
Atau....
Biarkan aku untuk tidak kembali terjaga
Mataku kembali terbuka meski dengan detak jantungku yg berdebar kencang dan nafas tersengal saat aku merasakan seseorang mencium keningku
Dengan air mata nya yg menetes membasahi pipiku
Kedua pasang mata kami bertemu
Alasan utama kenapa aku ingin terjaga lagi
Dia...........
"Tolong jangan pergi lagi, aku mohon...." Rintihnya menatapku dengan derai air matanya.
Aku ingin sekali berkata aku....sangat merindukanmu tapi...
Tenggorokanku tercekat
Bibirku tak dapat berucap
Sesaat kemudian dokter memintaku untuk mengejan, sedikit mendorong agar posisi bayiku sedikit turun, karna memang posisi bayiku terlalu di atas.
Aku tidak bisa menyalahkan bayiku karna memang ini belum waktu bagi nya untuk terlahir ke dunia ini.
Jika hidupku penuh kemalangan.....
Aku berharap itu tidak pernah terjadi pada bayiku
Kumohon bahagia selalu bayiku.....
Aku melihat team dokter dan perawat bersama mendorong posisi bayiku agar lebih ke bawah.
Aku......takut.....
Tapi aku harus terus mengejan
Aku....meremat kuat jemari Jisung yg berada dalam genggamanku.
Dan.....
Bayiku terlahir...
Setelahnya?
Aku tidak ingat apa-apa lagi
"Hai......" lirih suara lembut menyapaku saat perlahan mataku terbuka, dengan senyuman terbaiknya, ah....aku rindu itu.
Tau apa hal yg paling aku suka?
Dia masih menggenggam tanganku
"Bayiku...." Lirih ku mencoba bertanya
"Bayi kita..." dia meralat dengan sedikit terkekeh.
"Ada di ruang bayi, belum bisa dibawa kesini"
"Kamu sudah melihatnya?" Tanyaku
"Sudah...." Jisung mengangguk dan lagi-lagi tersenyum padaku.
"Laki-laki atau perempuan?"
"Laki-laki....biar bisa jagain mamanya" ucap Jisung kembali tersenyum.
"Ah...aku ingin melihatnya" ucapku berusaha untuk bangun.
"Jangan dulu....lukamu belum sembuh Li"
"Luka Caesar dan memar di sekujur tubuhmu, dan....tulang punggung dan tulang panggulmu akibat dari benturan keras..."
"Dokter melarangmu untuk banyak bergerak, jadi....bedrest total dulu ya" lirih Jisung.
"Hmmm...." Lirihku mengangguk patuh.
"Tapi....bayi kita baik-baik saja kan? Tidak terjadi hal buruk kan?"
"Baik....semuanya baik-baik saja, istirahat ya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Snow (Lalisa-Park Jisung)
FanfictionJatuh cinta itu nggak salah, tapi kalau jatuh cintanya sama istri orang?
