Someone's feelings

310 38 15
                                        

"Beneran nggak ada hubungan apapun?" Jisung dengan rasa penasaran tinggi menatap Lisa yg duduk di kursi kemudi karna kini Lisa yg mengemudikan mobilnya.

"Hmm? Apanya?" Lisa masih belum bisa menangkap maksud kalimat pembuka percakapan yg Jisung lontarkan.

"Kamu...sama jamet itu..."
"Beneran nggak ada hubungan?"

"Nggak ada" jawaban singkat Lisa dengan sedikit menggelengkan kepalanya.

"Tapi kalian kelihatan deket banget" cicit Jisung sedikit menciut

"Masak? Tergantung siapa dulu yg melihat sepertinya...kalau dari penglihatan ku, enggak"
"Hanya sebatas penjual dengan Customernya" jelas Lisa.

"Mana ada penjual dengan Customer tapi sering nganter pulang?" Jisung mode protes

"Hanya kebetulan, kebetulan waktu mobilku rusak, tidak ada taxi, dan hanya dia yg menawari tumpangan untuk pulang"
"Kalau ada orang lain yg memberi tumpangan.. mungkin aku akan lebih memilih orang lain"
Jelas Lisa tapi langsung mendapat sanggahan dari Jisung yg merasa pernah tertolak

"Iya tapi terkecuali aku, udah pernah tertolak soalnya" Jisung mode manyun.

"Bukan tertolak, hanya kurang lebih berusaha aja kamunya" nah kan..Lisa mulai mode menyebalkan nya seorang wanita, dimana sesuai dengan pasal 1 yg berbunyi wanita selalu benar, dan pasal 2 yg berbunyi jika wanita melakukan kesalahan maka akan kembali lagi ke pasal satu.

Jisung hanya melongo menatap tak percaya, mau protes tapi...meski menyebalkan jujur Lisa mode saat ini jauh lebih menyenangkan daripada Lisa mode empat tahun ini.

"Baiklah anggap aku bersalah karna kurang berusaha selama ini tapi...bukan alasan untuk mengundang laki-laki lain ke rumahmu saat aku ada dirumah mu kan? Mengusirku lebih dulu menurutku itu lebih baik daripada melihat ada laki-laki laik yg menemuimu"

"Aku? Mengundang siapa?" Lisa kembali mengernyitkan dahinya.

Jisung diam, daripada menjawab pertanyaan Lisa sepertinya pemandangan di luar jendela lebih menarik perhatian Jisung.

"Kalau maksud kamu Mingyu..."

"Jangan sebut namanya" potong Jisung

"Hmm?"

"Orang itu...sebut saja itu, tanpa sebut namanya" lagi-lagi Jisung melengos

"Hah?"
"Okay...orang itu"
"Aku...mengundangnya ke rumahku?"
"Kapan?"

"Kamu yg lebih tau tentang itu!" Tegas Jisung

"Tapi aku beneran nggak merasa pernah mengundang Ming- em...orang itu ke rumahku"

"Tapi dia menunjukkan padaku message yg kamu kirim untuknya, kamu menyuruhnya datang ke rumah...pagi ini" lirih Jisung tanpa menatap Lisa.

"Hah? Message?" Lisa terlihat sedikit berfikir
Mencoba mengingat-ingat apa yg Lisa lakukan sebelumnya hingga memunculkan kesalah fahaman ini.
"Aaa...sepertinya aku mulai faham"
"Mau aku jelaskan cara cepat atau cara lengkap?"

"Jelaskan dengan kalimat sesederhana mungkin" celetuk Jisung justru membuat Lisa terkekeh teringat tadi harus berapa kali Lisa mengatakan pada Jisung tentang perasaan nya baru Jisung bisa mengerti.

"Begini....singkatnya Ming- eh...orang itu mengatakan ingin ke rumah untuk membawakan Apple Pie buatan mamanya untuk Jiun, dan aku berkata...datang saja"

"Hanya itu?" Protes Jisung.

"Heem....apalagi?"
"Memang hanya itu yg terjadi"

"Sepertinya dia sangat biasa main ke rumahmu" lagi lagi Jisung melengos

Snow (Lalisa-Park Jisung)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang