Go away

394 71 8
                                        

"Pak....boleh tolong antarkan saya ke sini" ucap Lisa memberikan secarik kertas dari Yeri tadi kepada supir taxi yg dinaiki nya.












🐹🐹🐹

Hari mulai gelap, Jisung yg sedari tadi menyusuri jalanan sekitaran rumah sakit tetap tidak menemukan keberadaan Lisa.

Berharap Lisa sudah kembali ke rumah keluarga Park, hanya itu yg bisa Jisung fikirkan.











.......

"Ma...." Sapa Jisung pada mamanya

"Hai Jie....lihat deh, ini bagus nggak?"
"Bagus yg ini atau yg ini?" Tanya mama Wendy menunjukkan beberapa kalung berlian yg rencananya akan mama Wendy pakaikan pada Lisa di acara pernikahan mereka.

"Dua duanya bagus kok ma"

"Tapi yg lebih Lisa suka yg mana kira-kira Jie?"

"Jie nggak tau tipe perhiasan yg Lisa sukai yg seperti apa ma, karna emang Jie nggak pernah lihat Lisa pakai perhiasan"
"Kenapa nggak tanya Lisa nya langsung aja ma?"

"Oiya ya...Lisa nya mana?" Mama Wendy mencari keberadaan Lisa di belakang Jisung yg ternyata....nihil.

"Lisa belum pulang ma?" Tanya balik Jisung

"Loh?" Mama Wendy mode kaget
"Kok malah nanya balik ke mama sih Jie"
"Bukannya dari pagi Lisa keluar sama kamu?"

"Jie ada perlu urusan kantor ma, nggak bawa Lisa kok"

"Loh?"
"Tapi kata assisten di rumah, Lisa pergi keluarnya bareng kamu tadi" mama Wendy menunjuk ke assisten pribadi yg baru ada karna mama Wendy tugaskan untuk membantu Lisa selama di rumah keluarga Park

"Tadi nona Lisa pamit keluar beberapa saat setelah sajangnim keluar rumah" ucap assisten tersebut
"Maaf....saya lalai, saya fikir nona Lisa pergi bersama sajangnim" ucap assisten itu dengan nada gemetaran karna ini baru beberapa hari ia bekerja di rumah keluarga Park tapi sudah membuat kesalahan.

"It's okey....jangan panik, Lisa mungkin sedang suntuk berada di dalam rumah terus, kita telfon dia ya" mama Wendy mencoba berpositif thinking dan menenangkan atmosfer rumah yg tiba-tiba menjadi tegang.

Tapi tiba-tiba papa Jae datang dengan langkah tergopoh mendekat ke arah mama Wendy dan Jisung yg masih berdiri dan......











Plaaaaakkkkkk.....
Sebuah tamparan keras dari papa Jae mendarat di pipi putra tunggalnya yg sontak membuat semua yg berasa di sana tercengang

"Ngapain kamu ke rumah sakit?" Bentak papa Jae, Jisung hanya diam menunduk, dan mama Wendy hanya melongo bingung diantara mereka berdua.
"Papa tanya ngapain kamu ke rumah sakit nemuin perempuan itu?" Bentak papa Jae

"Bentar-bentar, bisa jelasin dulu ada apa ini?" Mama Wendy menyela.

"Kamu yg jelasin sendiri atau papa yg ngomong ke mama kamu pakai kalimat papa?" Bentak papa Jae pada Jisung

Jisung masih tertunduk dan bungkam.

"Arin....korban Moon Taeil....anak kesayangan mu mencarinya dan menemuinya meski polisi sudah menyembunyikan dimana dia berada"
"Dan puncak komedinya...dia tidak tahu kalau Lisa mengikutinya hingga ke rumah sakit"
"Lisa....melihat semuanya.....semuanya....saat putra kesayanganmu ini memeluk orang itu"
"Dan aku tau darimana? Dokter Kim ada disana, dia melihat Lisa yg hanya berdiri mematung di depan sebuah ruangan sedangkan orang yg mengaku ingin menikahinya sedang memeluk wanita lain di dalam sebuah ruangan" jelas papa Jae

"Jie?" Mama Wendy menatap marah ke arah Jisung, sungguh Jisung belum pernah melihat mama Wendy dengan raut wajah semarah ini seumur hidupnya.

"Ma....maksud Jie hanya...." Jisung berusaha menjelaskan pada mamanya dengan menggenggam tangan mamanya tapi ditampik

"Cari Lisa....bawa dia pulang ke sini" lirih mama Wendy

"Lisa pasti pulang ma....rumahnya di sini" ucap Jisung

"Enteng banget kamu bilang seperti itu hah?"
"Kamu yg udah buat Lisa keluar dari rumah suaminya, dan saat menurutmu tempat Lisa untuk kembali hanya padamu kamu bebas melakukan apapun terhadapnya gitu?" Maki mama Wendy

"Bukan seperti itu ma...Jie...nggak ngerti gimana cara ngomongnya, Jie nggak pinter merangkai kalimat yg bener" ucap Jisung frustrasi pada dirinya sendiri

"Kalau tau nggak pinter merangkai kalimat setidaknya pinter dalam bertindak, ngapain kamu harus nemuin perempuan itu pake acara peluk-pelukan segala?" Bentak mama Wendy

"Mama kan tau Arin itu temen Jie....dan Jie orang yg udah ngenalin dia ke Taeil Hyung"
"Jie hanya melakukan apa yg menjadi beban moral ma....Jie harus bertanggung jawab atas semua yg udah menimpanya Ma...."

"Trus kamu belaga menjadi hero gitu?"
"Kenapa nggak sekalian semua perempuan yg punya masalah di dunia ini kamu tolongin? Jangan pilih pilih dong kalo mau nolongin orang?" Bentak mama Wendy tidak terima.

"Ma...." Bentak balik Jisung
"Lisa dengan segudang masalah hidupnya, tapi punya Jie, punya mama dan papa yg selalu ada di pihaknya...kalo Arin? Bahkan mau lapor ke polisi pun sulit....."
"Arin mengalami kesusahan ini karna Jisung ma....karna Jisung yg udah ngenalin dia ke Taeil Hyung, Jisung yg udah membuat dia jadi korbannya Taeil Hyung, Jisung yg udah hancurin hidupnya....mama ngerti?"

"MAMA NGGAK PEDULI....!!!!"
"Seperti apapun penderitaannya mama nggak peduli....mau dia korban apapun mama nggak peduli karna pada kenyataaanya..."
"Lisa yg jadi korban kamu....!!!"
"Jangan sembarangan ngehamilin anak orang kalau mentalmu masih pecundang" bentak mama Wendy berapi-api.
"Mau tau apa tebakan mama tentang apa yg akan dilakukan Lisa saat ini hmm?"
"Lisa nggak akan pulang kesini....kamu dengerin dengan baik-baik...Lisa-nggak-akan-kembali-ke rumah-ini, rumah dimana hanya kamu satu-satunya tempat dia kembali tapi ternyata bukan dia satu-satunya wanita yg ada di fikiranmu" mama Wendy memilih melangkah pergi, berdebat dengan orang yg bahkan belum sadar apa kesalahannya hanya membuang banyak energi.

"Berdoalah semoga bukan papa atau mama duluan yg nemuin Lisa daripada kamu, karna jika itu terjadi....kami akan menyembunyikan Lisa ke ujung dunia dan bahkan hingga seumur hidupmu pun kamu nggak akan bisa bertemu lagi dengannya, juga dengan bayimu" ucap papa Jae sebelum ikut pergi meninggalkan Jisung yg masih berdiri membeku.









🐹🐹🐹

Lisa kemana?
Lisa balik ke rumah keluarga Park nggak guys?

Snow (Lalisa-Park Jisung)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang