"Papa bohong ya?" "Dia nggak ke Busan, dia masih ada di sini" kalimat pertama yg terlontar oleh Jisung saat berada di lantai 8 bersama papanya.
"Apanya?" Papa Jae berlagak tidak faham maksud ucapan putranya.
"Aku melihatnya tadi di lobby dan aku tidak salah lihat karna dia ada tepat dihadapanku" jelas Jisung.
"Iya emang papa suruh pagi ini kesini dulu, ikut ceremony nyambut kamu, habis itu baru berangkat ke Busan" "Kalo nggak percaya coba aja sekarang cek ke meja kerjanya, ada nggak orangnya?" Papa Jae emang nomor satu kalau tentang ngerjain putra kesayangannya.
Dan yg dilakukan Jisung? Bergegas ke lantai 4 membuktikan ucapan papanya, sialnya....Jisung tidak pernah tau dimana meja kerja Lisa.
Dan sangat tidak mungkin Jisung bertanya pada karyawannya di mana letak meja kerja Lisa.
Berakhirlah dengan Jisung mondar-mandir dan celingak celinguk.
Jisung cuma nyari meja kerja Lisa, tapi...karna posisi dia yg sekarang menjadi salah satu VP membuat karyawan lantai 4 panik, mereka fikir Jisung sedang audit kinerja mereka.
"Sial....aku nggak tau dimana meja kerjanya" "Masak iya harus cek satu persatu" keluh Jisung dalam hati.
Belum juga Jisung menemukan dimana meja kerja Lisa, fokus Jisung teralihkan oleh suara dari salam satu karyawannya.
"Lisa? Kok balik lagi?"
"Iya....aku lupa ada barangku yg ketinggalan" ucap Lisa mengambil sesuatu dilaci meja kerjanya bertepatan dengan Jisung yg berhenti tepat di belakang meja kerja Lisa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sempat bertatapan beberapa detik saat Lisa menoleh ke belakang, tapi berakhir dengan Lisa yg terlebih dahulu mengalihkan pandangan kemudian membungkuk hormat pada Sajangnimnya dan berjalan pergi.
"Lisa....semoga betah dengan tempat barunya ya, kalo ada waktu mampir kesini...."
"Aku tidak pergi jauh kok, aku akan sering mengunjungi kalian" ucap Lisa
"Aku akan sangat merindukanmu Lisa"
"Aku juga akan sangat merindukan kalian...."
........
"Kenapa dia berpamitan?" "Dia benar akan pergi" gumam Jisung dalam hati dan berjalan perlahan mengikuti langkah Lisa pergi.
"Kenapa dia malah masuk ke lift bukannya ke pintu keluar?" Jisung semakin dibuat penasaran.
Tidak mau dipusingkan oleh rasa penasarannya, Jisung menahan pintu lift tertutup dan ikut masuk bersama Lisa. Tapi kali ini mereka tidak hanya berdua, ada beberapa karyawan lain juga di dalam Lift.
Semuanya turun di lantai 5 dan 6. Bukan....bukan semuanya, tapi hampir. Dan saat ini hanya tersisa Jisung dan Lisa dalam satu lift menuju ke lantai atas.