Jisung terduduk lemas dilantai setelah mengecek cctv apartment nya.
Terlihat Lisa yg masuk ke apartmentnya dan mencari sesuatu hingga menemukan satu pack kondom pemberian Mark di laci lemarinya.
"Jadi karna ini....dia sangat membenciku?" "Dia pasti salah faham karna ini" lirih Jisung meratapi diri.
......
Lamunan Jisung buyar saat mendengar suara ketukan pintu.
"Ada tamu? Siapa?" "Tapi....sejak kapan ada yg bertamu kemari?" Batin Jisung perlahan melangkah ke arah pintu apartmentnya.
🐹🐹🐹
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hai...." Sapa Lisa dengan senyuman indahnya
"Nu....na?" Jisung hanya bisa melongo dan masih beranggapan dia sedang berhalusinasi
"Kamu tidak mempersilahkanku masuk?" Tanya Lisa dengan nada sangat lembut, Jisung otomatis memundurkan langkahnya membuat Lisa melangkah masuk.
"Nu...na...apa aku sedang berhalusinasi?" Lirih Jisung masih tidak percaya dengan apa yg dilihatnya saat ini.
"No...kamu tidak sedang berhalusinas" "Lihat? Aku bisa kamu sentuh kan?" Ucap Lisa menggenggam jemari tangan Jisung
"Nuna aku sangat merindukanmu" lirih Jisung dengan mata berkaca-kaca
"Aku lebih dari kata merindukanmu" lirih Lisa tanpa ba bi bu mencium bibir Jisung bahkan melumat nya.
"Tolong jangan pergi lagi" lirih Jisung menatap sendu ke arah Lisa.
"Ssstttt...." Lisa menempelkan jari telunjuknya pada bibir Jisung "I miss you" lirih Lisa kembali mencium dan melunat bibir Jisung.
Lisa melepaskan pagutannya, berjalan mundur beberapa langkah dan perlahan jemarinya membuka satu persatu kancing pakaiannya hingga terbuka semuanya, dan menjatuhkannya begitu saja ke lantai.
🐹🐹🐹
Beberapa jam sebelum Lisa pergi ke apartmen Jisung
"Halo Li..."
"Ya Soo-ya? Ada apa?"
"Kamu bisa ke rumahku Li?" "Tiba-tiba aku merindukanmu"