Chayeon berdeham kecil, berharap rasa canggung antara dirinya dengan pria yang berdiri di hadapannya ini hilang.
"Apa kabar? Lama tidak bertemu."
Meski Chayeon bertanya dengan segenap rasa malu yang ia rasakan, Youngdo tetap membuang muka dan tidak mau melihatnya sama sekali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Maaf meminta bertemu disini."
"Cepat katakan karena aku tidak betah lama-lama disini."
Melihat bagaimana cara Youngdo menanggapinya, juga betapa besar jarak yang pria itu berikan diantara mereka, membuat Chayeon meringis kecil.
"Rupanya kau sangat membenciku hingga menjawabku saja kau tidak mau."
"Jika tahu, kenapa bertanya?"
Chayeon merasa sedih dengan nada ketus Youngdo ini.
"Aku sama sekali tidak ingin menghancurkanmu atau menyakitimu. Tidak sama sekali."
"Lalu?" balas Youngdo sakit hati. "Apa semua ini? Apa yang sudah kau lakukan ini tidak disebut dengan menghancurkan diriku?"
"Kau terlalu berlebihan dengan itu semua!"
"Berlebihan?"
Youngdo sembari mengguncang tubuh Chayeon, membuat gadis itu menunduk takut. "Youngdo, aku... maaf, aku..."
"Tatap aku dan katakan jika ini bukan perkara besar!"
"Aku tidak bermaksud seperti ini," jawab Chayeon gugup, takut karena semua kesalahan dilemparkan padanya. "Aku kesini untuk minta maaf, aku tidak..."
"Tutup mulutmu! Aku muak bicara denganmu, Chae."
"Youngdo..."
"Jika kau masih ingin menjadi murid disini, jangan pernah muncul di hadapanku. Jangan pernah berani menghubungiku!"
Youngdo mendorong Chayeon dari hadapannya dan berjalan pergi.
"Youngdo!" Panggil Chayeon panik. "Aku akan tetap akan menemuimu! Aku tidak akan menyerah sampai kau memaafkanku!"
Tapi Youngdo tetap saja berjalan pergi. Pria itu tidak membalikkan badannya sama sekali.
"Youngdo! Choi Youngdo!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Some
Fiksi PenggemarYoo Rachel merupakan putri tunggal dan pewaris perusahaan kimia terbesar di Korea Selatan. Tidak punya banyak teman, dibenci semua orang, dan diasingkan ke luar negeri sama sekali tidak masalah untuknya. Tapi ia sangat membenci hidupnya kala ia dipa...
