Bab 5 - Part 2

1.5K 144 5
                                        

Youngdo melirik geli pada Rachel yang sedari tadi duduk disampingnya dengan patuh. Gadis itu rupanya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ikut menuduh Nam Bisseo di saat Youngdo meminta penjelasan pada wanita itu. Rachel sendiri berkali-kali menarik nafas panjang, menyembunyikan senyum bahagianya, bersyukur Youngdo kali ini benar-benar membantunya.

 Rachel sendiri berkali-kali menarik nafas panjang, menyembunyikan senyum bahagianya, bersyukur Youngdo kali ini benar-benar membantunya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Jadi lusa nanti, Nona Muda tidak bisa meninggalkan Korea?” ulang Nam Bisseo dengan tenang meniup cangkir tehnya.

“Seperti yang kau lihat," jawab Youngdo sembari memandang teduh ke arah Rachel, "Dia tidak bisa makan dan tidur berhari-hari karena ulahmu.”

Rachel mendukung ucapannya itu dengan senyum sedih yang membuat Youngdo ingin memuji aktingnya.

“Apa sekarang Anda sakit, Nona?” tanya Nam Bisseo pada Rachel dengan pandangan skeptis.

“Kau yang membuatku kesana-kemari tanpa henti,” jawab Rachel menyeka dahinya dengan gerakan lelah. "Aku merasa badanku sakit di banyak tempat."

Tersenyum dibalik cangkir Latte yang ia sesap, Youngdo takjub menyadari bahwa Nam Bisseo termakan umpan mereka. Wanita itu secara ajaib menunjukkan ekspresi bersalah.

“Nam Bisseo, daripada Nyonya Seo marah karena mendengar putrinya yang sakit harus bepergian ke benua lain, bagaimana kalau kau saja yang menggantikan Rachel?”

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Nam Bisseo, daripada Nyonya Seo marah karena mendengar putrinya yang sakit harus bepergian ke benua lain, bagaimana kalau kau saja yang menggantikan Rachel?”

“Anda tahu hanya pewaris yang bisa. Lagipula sepertinya saya tidak akan mengubah keputusan, seseorang seperti Nona Rachel tidak akan jatuh sakit hanya karena hal seperti itu.”

“Kau…” sahut Rachel tidak percaya.

Meredam amarah tunangannya, Youngdo menggenggam tangan Rachel yang terletak di atas meja. Tentu saja, Nam Bisseo juga melihatnya. Wanita itu menatap kedua tangan mereka yang tertaut dengan senyum dingin.

"Hubungan Tuan dan Nona Muda lebih dalam dari dugaan saya ternyata."

Youngdo menggedikkan bahu acuh. Pria itu mengusap-usapkan ibu jarinya di atas buku tangan Rachel. "Kalian menempatkan kami dalam satu rumah. Kau pikir apa yang terjadi?"

SomeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang