"Kapan kau akan mengenalkan gadis itu padaku?"
"Kau penasaran ya?"
" Seperti apa wajahnya? Apakah dia cantik?"
"Cantik. Tapi dia sangat baik. Kau bisa merasakan kebaikan hatinya setiap kali dia tersenyum..."
" Kau jatuh cinta padanya?"
"Bisa dikatakan seperti itu. Tapi aku tidak akan memperkenalkannya padamu..."
"Kenapa?"
"Ayolah Kevin....kau begitu tampan. Dia akan jatuh cinta padamu. Yang benar saja."
"Kevin....Kevin..."
Kevin tersentak dari tidurnya dan melihat ibunya duduk di sebelahnya. "Kau mengigau lagi....apa yang kau pikirkan?" tanyanya.
Kevin mengusap wajahnya dengan tangan.
"Aku tidak apa apa,mami. Jangan kuatir."
"Besok kita akan pergi ke dokter. Kau harus melakukan beberapa terapi...."
" Tidak,mami. Besok aku akan sekolah. Ada tugas yang harus kukerjakan."
"Kau ingin mami menemanimu di sini?"
Kevin menggeleng dan melangkah menuju meja belajarnya.
"Baiklah...panggil mami kalo kau butuh sesuatu...."
Kevin mengangguk," mami tidur saja..."
Esok harinya....
"Kenapa kau duduk di sini?" Kevin bertanya pada Arga yang duduk di kursi Raniya.
"Raniya yang menyuruhku....dia ingin duduk dengan Sinta." jawab Arga dengan takut.
Kevin membanting tasnya ke meja sebelum duduk. Dia sudah akan memanggil Raniya saat melihat Bu Fitria sudah tiba di kelas.
"Tolong kumpulkan tugas kalian dan kerjakan soal di halaman 60. Aku akan membaca esai kalian satu per satu."
Kelas yang tadinya ramai langsung hening dan hanya terdengar suara kertas yang dibalik dan gumam murid murid yang ingin cepat selesai mengerjakan soal soal.
"Nah....anak anak....aku sudah selesai membaca esai kalian. Semuanya bagus dan menarik. Tapi seperti biasa ada 3 terbaik yang akan mendapat bonus nilai dariku....nomor 3 Arga, nomor dua Raniya dan esai terbaik tentang tokoh terkenal dan menginspirasi. Mohammad Hatta yang ditulis oleh Kevin."
Seisi kelas langsung riuh.
"Kerja bagus, Kevin. Lanjutkan...."Ucap Bu Fitria.
Kevin tersenyum,"Terimakasih..."
"Kenapa kau diam saja?"Sinta menyenggol Raniya yang menatap ke arah papan tulis dengan tatapan kosong."Apa?"
"Kau kesal karena tidak jadi yang nomor satu?" tanyanya lagi.
Raniya menggeleng. Kenapa dia menulis esai tentang Mohammad Hatta?
"My Idol...Bung Hatta."Reval mengambil buku tebal biografi Bung Hatta dari tasnya.
"Kenapa kau begitu mengidolakannya?"tanya Raniya heran. Reval bukan orang yang suka membaca.
"Pemikirannya luar biasa menginspirasi dan hidupnya sangat sederhana. Sumpah...gue banget."
"Ngayal kamu..." Raniya mencubit pipi Reval dengan gemas.
"Apa?" tanya Raniya saat melihat Reval memandangnya sambil tersenyum.
"Kau belum mencubit pipiku yang
satu lagi...."
"Raniya....Raniya...tunggu!" Kevin berlari mengejar Raniya yang hendak masuk ke lab. komputer.
"Apa? Cepatlah....Bu Rina sudah menungguku untuk persiapan lomba."
" Kau marah padaku soal jepit rambut itu? Kenapa kau menghindar terus dariku."
" Tidak. Aku tidak marah. Tolonglah...minggir...aku harus masuk. Oke?" Raniya berusaha mendorong tubuh jangkung Kevin yang menghalangi pintu.
"Tapi kau akan pergi denganku sore ini kan? Aku akan membelikanmu jepit baru yang asli....kau mau kan?"
"Tidak....terimakasih. Aku sibuk....aku punya banyak pekerjaan."
Raniya menggelengkan kepalanya. Kevin memang keras kepala. Apa dia tidak memahami arti kata TIDAK?
"Raniya....apa kau kesal karena esaiku yang terbaik tadi? Aku tidak bermaksud seperti itu....mungkin Bu Fitria salah memberi nilai? Aku akan bicara dengannya."
"Kevin.....Raniya....kenapa kalian ada di sini? Ayo Raniya cepat masuk....Bu Rina sudah menunggumu dari tadi..."
Raniya bernafas lega karena Pak Rusdi yang tiba tiba muncul membuatnya bisa melepaskan diri dari Kevin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kekasih Untuk Raniya
Fiksyen RemajaKisah Raniya,seorang gadis dari keluarga miskin yang harus survive bersekolah di SMU elit. Dengan kepandaiannya dia berhasil mendapat beasiswa penuh, tapi tak ada yang tahu bahwa dalam hatinya dia menyimpan luka. Semua orang memperlakukannya dengan...
