☷ 35

465 47 3
                                        

⸻Universitas Korea_Library

Setelah professor Kim menyelesaikan penjelasannya tentang materi kuliah hari ini, Yunho memutuskan untuk pergi keperpustakaan terlebih dahulu sebelum ia mengisi perutnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah professor Kim menyelesaikan penjelasannya tentang materi kuliah hari ini, Yunho memutuskan untuk pergi keperpustakaan terlebih dahulu sebelum ia mengisi perutnya. Wooyoung sudah menunggunya di kafetaria fakultasnya jadi pria manis itu mengusahakan untuk secepatnya mencari beberapa buku yang dia perlukan.

Sebentar lagi mereka akan menjalani masa dimana semua mahasiswa akan berteriak histeris frustasi selama seminggu lamanya.

Ujian akhir semester.

Dimana sebuah nilai yang akan menentukan semua nasib mahasiswa. Apa akan stay class ataukah sebaliknya.

Pria manis itu berjalan sembari memperhatikan judul buku yang tertata rapi di beberapa rak yang ia lalu. Sesekali tangannya terulur mengambil buku yang ia perlukan.

"Yunho-a, apa kau mau menghinap lagi di apartemenku selama masa ujian berlangsung? Kau lebih baik daripada prof Kim memberikan penjelasan. Please?"

Yunho menggeleng kecil mengingat permintaan Wooyoung, anak itu selalu saja. Tapi apa boleh buat, Yunho mengiyakan saja karena untuk menebus rasa bersalahnya terhadap pria mungil itu.

Langkah Yunho terhenti pada salah satu sudut rak buku yang berada dalam jejeran terakhir, manik bulatnya menatap salah satu yang ada disana.

"Gone with the wind?" Bisik Yunho, dahinya sedikit mengkerut menatap buku itu.

"Kenapa bisa buku seperti ini ada di perpustakaan?" Begitulah pikirnya.

Karena terlalu fokus menatap buku yang ia anggap tidak seharusnya ada disini, pria itu tidak menyadari kehadiran seseorang yang sejak tadi mengamatinya dari belakang.

Seakan-akan tatapannya bisa saja menembus apapun karena terlalu terpaku pada orang di depannya.

Sregg

Hug

"Biarkan seperti ini saja, hanya beberapa menit, love." Guman pria itu berbisik sangat pelan dan lembut. Tak lupa hidung mancung itu menempel sempurna di tengkuk Yunho. Pria itu sengaja, tapi hanya itu saja. Tidak lebih.

Tubuh Yunho tersentak kaget, ia membeku di tempatnya beberapa detik kemudian menyadari siapa yang seberani itu memeluknya.

"Song Mingi..." Gumam Yunho hanya berdiri diam di tempatnya.

Keduanya hanya terdiam dalam pose dimana Mingi memeluk si manis dari belakang. Apa takdir memang sekebetulan ini?

Sejak tadi Mingi memang sudah ada didalam perpustakaan mencari beberapa buku untuk menghadapi ujian kedepannya namun siapa menyangka iris matanya menangkap keberadaan si manis itu.

"Apa kau berganti parfum,love? aromamu semakin manis saja..." Bisik Mingi menggesekkan hidung bengirnya pada kulit tengkuk Yunho yang otomatis membuat si manis merasa geli.

Ateez - A LITTLE JUNGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang