☷ 48

383 38 0
                                        

Flashback On

Saat ini keluarga Song berada di bandara, mereka sedang mengantar kepergian putri mereka, Ji eun.

Mingi pun ada disana meski pun sedikit terlambat, karena pria itu mampir di tempat Yunho terlebih dahulu kemudian mengendarai mobilnya dengan cepat ke bandara.

"Jangan lupa hubungi mom dan dad jika kau sudah sampai disana, paham?" So eun menatap putrinya dengan sorot mata teduh, selalu seperti ini.

Berapa kali pun ia mengantar putrinya untuk kembali lagi meneruskan pendidikannya, wanita menawan itu selalu saja merasakan kesedihan, perasaan alami seorang ibu.

"Baik mom, aku kan selalu memberi kabar pada kalian..." Ji eun memeluk erat ibunya, wanita itu meski terasa berat, apa boleh buat.

"Dad, jaga kesehatanmu. Aiguu jangan terlalu bekerja terlalu keras eoh, jangan keseringan membuat mom sendirian." Ji eun mulai mengomel dan memeluk sosok sang ayah yang hanya terkekeh pelan membalas pelukannya.

"Baik, baiklah putri cantikku." Ujar Jaerim dengan senyum kemudian melepaskan pelukannya.

Kini giliran Mingi.

Kedua anak itu saling bertatapan beberapa detik.

"Kupikir kau akan tinggal bersama si manis dan melupakanku." Ejek Ji eun. Wanita itu sebenarnya tidak mempermasalahkan hal itu, tapi tetap saja, menggoda adiknya itu sangatlah menyenangkan.

"Tck, apa boleh buat. Mom akan memarahiku jika tidak mengantar kepergian noona.." Mingi sedikit menjulurkan lidahnya ke arah sang kakak.

"Yaish!...." Ji eun melangkah mendekat ke arah Mingi dan memukul lengan kiri pria itu. Mingi hanya meringis pelan kemudian memeluk kakaknya yang dengan senang hati di balas oleh Ji eun.

So eun dan Jaerim yang melihatnya hanya menggeleng kecil.

"Hubungi aku jika ada pria yang menganggumu disana." Mingi berbisik pelan kemudian tersenyum kecil.

"Hu'um..." Ji eun bergumam pelan kemudian melepas pelukan sang adik.

"Kau jangan nakal, ah perjuanganmu kali ini akan berat haha..." Ji eun sedikit terbahak.

Mingi hanya merotasikan manik matanya. Pria itu tahu arah pembicaraan kakaknya.

"Ingat, lawanmu bukanlah dua orang." Mingi menatap kakaknya sejenak, merasa bingung dengan ucapannya.

"Kau akan paham dengan ucapanku jika kau sudah memasuki dunianya." Ji eun menepuk lengan kanan Mingi.

Wanita itu kemudian meraih kopernya, ia menoleh sebentar ke arah orangtuanya.

"Mom....dad, aku berangkat!" Pamitnya menarik kopernya menuju kabin sembari melambaikan tangannya.

⸻Flashback end

A's Caffe

A's Caffe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ateez - A LITTLE JUNGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang