Wooyoung tidak berbohong jika dirinya langsung membatu saat pertama kali melihat secara langsung mansion Jung. Jujur saja, ia memang terkadang melihat mansion itu melalui media foto di internet saja, memang luas dan besar. Namun semuanya buyar setelah ia menginjakkan kakinya di kawasan mansion itu, apa yang dia lihat di foto jauh berbeda dengan aslinya.
Lehernya bahkan rasanya sakit karena tak henti melihat kiri dan kanan kawasan mansion saat mobil yang membawa menuju mansion Jung. Awalnya ia tidak mau ikut, tapi karena Yunho ingin dia ikut, jadi mau tidak mau akhirnya ia ikut.
Ragu.
Wooyoung merasa sangat ragu untuk kesana.
Yang keluar dari mulutnya hanyalah kata 'wow' saja. Matanya bahkan sesekali membulat jika melihat beberapa bangunan yang membuatnya berdecak takjub.
Tempat ini tidak lebih dari sebuah rumah besar yang di lengkapi dengan taman bermain yang luas dan banyak hal lainnya.
Hampir 10 menit mereka menempuh perjalanan hingga sampai di mansion utama, bahkan Wooyoung tidak mampu berkata-kata apalagi melihat isi Mansion tersebut.
Setelah beberapa pelayan dan pengawal memapah Jaehyun dan Yunho menuju kamarnya, Wooyoung hanya duduk di ruang tamu di temani beberapa pelayan yang menyiapkan beberapa macam makanan dan minuman untuknya.
Jika itu di luar, Wooyoung pasti tidak akan langsung berpikir panjang untuk menikmatinya, tapi ini di mansion Jung. Tempat dimana orang-orang tidak boleh bertingkah sembarangan, seperti itulah yang ia dengar dari banyak tempat.
Apalagi putra pertama keluarga Jung tengah menemaninya di ruang tamu, rasanya oksigen di sekitarnya mendadak menipis.
Tubuh Wooyoung sedikit tersentak, punggungnya otomatis tegak dan lututnya bahkan bersentuhan seperti posisi bersiap.
Dari semua kakak Yunho, pria itu yang paling Wooyoung takutkan. Entah rasanya aura mendominasinya sangat besar.
"Hu'um.." Hanya sebuah gumaman kecil yang keluar dari mulut Wooyoung, bahkan ia tidak berani menoleh dan melihat wajah Subin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Padahal pria itu hanya melihatnya dengan pandangan biasa tapi tetap saja si mungil itu tidak sanggup melihatnya.
Subin terkekeh kecil serta menggeleng pelan," Aku tidak akan memakanmu, jadi tidak perlu setakut itu padanya." Wooyoung menoleh sedikit, jemarinya bahkan meremat pelan lututnya.
"Terima kasih karena kudengar kau yang membawa adikku ke Uks setelah melihat ada yang aneh dengannya. Karena itu dia dan si ceroboh itu bisa di tangani dengan baik." Subin menautkan jemarinya dan menumpukkan di lututnya, iris tajamnya tidak lepas dari Wooyoung.