☷ 32

494 52 4
                                        

⸻ Starfield COEX Mall_Parking Area

Jongho dan Ji eun hanya diam mengamatai dua sosok pria di depan sana.

Ji eun yang sibuk mengamati sosok pria manis itu sedangkan Jongho menenteng sebuah boneka beruang besar di tangannya. Mata tajamanya hanya fokus mengawasi tuan mudanya.

Mingi dan Yunho berdiri saling berhadapan, pria manis itu enggan bersuara. Dia pun juga bingung ingin mengatakan apa pada pria predator itu.

"Kenapa tidak membalas pesanku?" Tanya Mingi memecah kesunyian di sekitar mereka. Yunho menatap Mingi dengan tatapan bertanya.

"Pesan? Tidak ada pesanmu yang masuk di ponselku." Yunho meraih ponselnya dari saku jeansnya. Pria itu menekan aplikasi pesannya kemudian menunjukkan pada Mingi secara langsung.

"See? Tidak ada." Mingi mengerutkan keningnya.

"Lagipula kenapa juga kau mengirim pesan padaku?" Yunho menyimpan kembali ponselnya.

Aneh. Ini aneh─Pikir Mingi.

Jelas-jelas dia mengirim banyak pesan untuk pria manis itu.

Tanpa menjawab pertanyaan Yunho, pria tinggi itu menyodorkan ponselnya pada si manis, " Aku mengirimimu pesan, bukan hanya sekali tapi hampir puluhan, love..." Jelas Mingi.

Yunho terdiam dan melihat nomor yang tertera di layar ponsel Mingi," Benar, itu nomor ponselku..." Kata Yunho dalam hati.

Si manis berambut blonde itu menatap wajah Mingi, sepertinya dia tahu situasinya sekarang.

Itu ulah kakaknya, Subin─Pikir Yunho.

Hampir 3 hari ponselnya di pegang oleh kakak sulungnya, jadi kesimpulannya adalah pelakunya adalah sang kakak. Yunho ingin kesal tapi tidak bisa karena begitulah watak kakaknya.

Mingi mengamati keterdiaman Yunho.

"Love? Apa yang kau pikirkan hm?" Mingi menyentuh wajah si manis kemudian mengusapnya lembut dengan ibu jarinya.

Demi apapun, pria itu benar-benar merindukan pria dihadapannya itu.

"Pria itu benar-benar lancang!" Desis Jongho. Pria itu sejak tadi mengamati tuan mudanya disana. Dia tidak bisa menghampiri sang tuan muda tanpa perintah. Jongho cukup senang bahwa tuan mudanya memberinya perintah, tapi jika untuk menjaga jarak dengannya, itu menyiksanya.

Ji eun yang berdiri tak jauh dari pria berambut merah itu menoleh ke arahnya.

"Hey kau tidak perlu sekeras itu, lagipula mereka sepertinya saling mengenal.." Sahut Ji eun yang hanya diabaikan oleh Jongho yang sukses membuatnya menggembungkan pipinya, kesal. Ji eun menjaga jarak dengan pria itu, hanya instingnya saja mengatakan jika dia tidak boleh terlalu dekat dengan pria berambut merah itu. Ada sesuatu dengan pria itu.

Yunho mengerjap, lamunannya bunyar oleh sentuhan Mingi. Yunho menjauhkan sedikit wajahnya.

"Sudah kukatakan, aku tidak mau hal itu terulang kembali. Tapi kau keras kepala dan melakukannya lagi. Lihat bibirmu...." Keluh Yunho dengan nada kesal. Mingi sedikit merasa takjub pada si manis, itu adalah kalimat terpanjang yang pria manis itu ucapkan.

Mingi menahan dirinya untuk tidak memeluk erat Yunho, ia pikir waktunya tidak tepat.

"Ini sudah dua kali kau menciumku tanpa persetujuanku dan itu sama sekali bukan tindakan yang baik." Yunho manatap wajah Mingi cukup tajam. Mata bulat itu menarik atensi Mingi.

Berbeda.

Sorot mata pria itu saat ini berbeda.

"Aku masih bisa sedikit bisa mentoleransi sikapmu yang tanpa perhitungan itu tapi tidak dengan orang lain." Yunho berkata dengan senyuman tapi tidak dengan matanya.

Ateez - A LITTLE JUNGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang