⸺
Lucas menunjuk ke arah salah satu eskalator, tepatnya pada sosok pria yang memakai mantel beruang yang langsung menarik perhatiannya.
"Lihat itu, woah neomuu kiyowo.." Ucap Lucas dengan logak Seoulnya yang aneh.
"Oh! Mengagetkanku saja.." Lucas terlonjak kaget saat orang yang berdiri di samping sosok yang menarik perhatianya mendongak dan seakan langsung menatapnya dengan tajam. Hendery pun sedikit kaget melihat tatapan tajam itu.
"Kau ini ada-ada saja ckck.." Kata Hendery menanggapi dengan decakan pelan.
"Ya itu memang menggemaskan, benarkan Jaehyun?" Lucas menatap Jaehyun.
Keningnya mengerut melihat keterdiaman Jaehyun, Hendery pun ikut menoleh.
"Jaehyun-ah? Hello?"
Masih tidak ada tanggapan, mulut Lucas langsung membola saat menyadari siapa pria yang menatapnya dengan tajam tadi.
"Ya bukankah orang tadi adalah kakakmu Jaehyun-ah? Itu Jung Subin bukan?"
"E-eoh? Ah.." Jaehyun sedikit ling-lung,masih kaget melihat adiknya keluar dengan penampilan super menggemaskan, apalagi dia berjalan santai dengan kakaknya.
Tapi bukan itu yang membuatnya khawatir.
"Apa dia baik-baik saja?" Ucap Jaehyun dalam hati, sejujurnya dia mengkhawatirkan Yunho, apa anak itu baik-baik saja?
Meski pun dia merasa bahagia jika adiknya sudah mulai menunjukkan dirinya tapi tetap saja dia khawatir.
"Itu kakakmu bukan?" Tanya Lucas lagi, mereka melanjutkan langkahnya, menuju eskalator.
"Ya itu Subin hyung.." Jawab Jaehyun memegang pegangan eskalator, dia dapat melihat dengan jelas ke dua saudaranya itu di depan sana.
"Apa mereka akan segera pulang?" Pikir Jaehyun.
Hendery tentu saja tidak melewatkan gelagak aneh Jaehyun, ada apa dengannya?
"Lalu siapa pria menggemaskan di sampingnya? Apa dia kekasihnya? Wah kakakmu yang terkenal dengan gunung es dan pria anti romantic tiba-tiba terlihat menggandeng seorang pria manis seperti ini di depan umum, woah your brother sooo brave.." Tutur Lucas mengutarakan pandangannya.
"Idiot.." Gumam Hendery mendengar ucapan Lucas.
"Kau tidak ingin menghampiri kakakmu?" Lagi dan lagi Lucas melontarkan pertanyaan. Hendery ingin selaku menjitak kepala si tiang itu.
"Tidak, hyung tidak suka di ganggu jadi biarkan saja.." Jawab Jaehyun, setelah sampai ke lantai dua, ketiganya berbelok dari arah berlawanan dimana Yunho dan Subin pergi. Lagipula, Jaehyun yakin jika kakaknya itu sudah tahu jika dia ada di tempat ini.
Subin memang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap sekitarnya. Jadi dia pasti sudah mengetahui keberadaan Jaehyun.
Lucas hanya bisa ber 'oh' ria, memang terlihat dari raut wajah pria itu. Bahkan tadi saja dia seperti terkena tembakan di jantungnya hanya karena tatapan sekilas itu.
"Jadi, kita akan langsung pulang? Tidak ingin jalan-jalan lain? Ada banyak permainan di tempat ini.."
"Tidak hyung, besok aku masih ada sesuatu hal yang ku kerjakan jadi aku tidak bisa terlalu begadang.."
Langkah Jaehyun terhenti, suara itu sangat familiar di telinganya. Mata tajamnya melihat sekitar dengan liar.
"Ada apa?" Hendery melihat ke arah Jaehyun.
"Baiklah, kita bisa pergi sekarang.." Ujar suara itu setengah tertawa, Jaehyun berbalik dan matanya langsung di suguhkan dengan pemandangan dimana San tengah menepuk lembut kepala sosok mungil di sampingnya yang melemparkan senyum manis padanya.
