☷ 114

351 35 6
                                        

Klik "✰" to this "★"

1 minggu kemudian ....

Yunho sudah kembali masuk kampus seperti biasanya, tapi kali ini suasana dalam ruangan fakultas seni cukup berbeda, jika biasanya ada beberapa di antara mereka akan berusaha mengajak Yunho untuk berbincang, sekarang sudah tidak ada lagi. Semenjak mereka sudah mengetahui identitas Yunho, mereka sedikit canggung untuk sekedar menyapa pria itu, Wooyoung sendiri rasanya ingin mengutuk teman-teman mereka karena menciptakan suasana canggung seperti ini.

Bukannya mereka sudah sepakat bahwa mereka akan bersikap biasa saja jika Yunho kembali?Apa karena saat ini aura Yunho lebih kuat dibandingkan dengan sebelumnya? Wooyoung mendengus jengkel, mereka bahkan belum merasakan berdiri disamping gunung es aka Jung Subin, kakak pertama Yunho.

Wooyoung menoleh, melihat Yunho dari samping.

Wooyoung menoleh, melihat Yunho dari samping

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pasti ulah Jaehyun hyung.." Inner Wooyoung menelisik penampilan Yunho.

Tuk

"Ya!... Oh..." Wooyoung tidak sadar berteriak, Yunho menyentil dahinya cukup keras dan sontak menarik semua perhatian seisi ruangan.

"Maaf sir!" Seru Wooyoung, ia langsung berdiri dan membungkukkan tubuhnya berkali-kali.

"Jung Wooyoung-ssi, apa penjelasan bapak kurang jelas sampai-sampai kau berteriak seperti itu hm?"

Yunho langsung memasang wajah datar andalannya dan enggan melirik pada Wooyoung, mahasiswa lainnya menahan tawa mereka karena teriakan Wooyoung, padahal dia tahu jika Mr. Park itu dosen paling menyebalkan.

"Setelah kelas selesai, ikutlah dengan bapak menuju ruanganku, mungkin ada yang bisa kau kerjakan disana dan tidak ada bantahan." Ucap Mr. Park melanjutkan penjelasannya di depan sana.

Wooyoung merengguk, ia mendelit pada setiap teman sekelasnya yang melirik ke arahnya dan bahkan ada yang menjulurkan lidahnya padanya. Yunho pun sebenarnya sedang menahan tawanya karena eskpresi Wooyoung sekarang sangatlah lucu di matanya.

-

Kantin Fakultas seni...

Ramai seperti biasanya, apalagi mereka kembali kedatangan dua orang yang tengah menjadi buah bibir dimana-mana, siapa lagi jika Jung sibling ditambah dengan kehadiran sosok lain yang membuat mereka semakin penasaran tapi hanya sebatas itu, jika lebih, mereka lebih takut jika terkena teguran.

Song Mingi.

Posisi duduk mereka, Wooyoung sebelah kanan Yunho dan Jaehyun disamping kiri serta Mingi duduk berhadapan dengan Yunho.

San?

Pria itu menolak ajakan Mingi untuk makan bersama, dia masih butuh waktu untuk menenangkan dirinya. Apalagi, dirinya belum siap bertemu langsung dengan Yunho dan Jaehyun, prasangka buruknya terhadap mereka membuatnya malu meski sekedar berpapasan.

Jika kalian bertanya bagaimana hubungan Jaehyun dan Mingi? Hubungannya masih sama saja tapi Jaehyun mulai bersikap lunak, tidak seperti kakaknya, Subin. Dia yakin jika pria itu tengah menyibukkan diri untu mengalihkan pikirannya.

"Makan yang banyak baby..." Ucap Jaehyun menyendokkan beberapa lauk ke nampang

Wooyoung melirik sekilas ke arah Mingi, ekspresi pria itu terlihat tenang, apa hubungan mereka sudah ada kemajuan? Sejujurnya Wooyoung sangat penasaran langkah apa yang akan Mingi ambil selanjutnya.

Jaehyun yang sulit di tebak.

Subin yang mudah ditebak tapi sangat mengerikan membayangkan apa yang akan dia perbuat.

"Kau juga makan Wooyoungie.." Jaehyun tersenyum lebar, Wooyoung langsung tersadar dari lamunannya, ia sontak memegang sendoknya dan mengangguk kaku.

"Nde hyung, kau juga makanlah.." Sahut Wooyoung sedikit gugup. Senyum Jaehyun tidak damagenya tidak main-main untuk jantungnya.

"Mingi-ya, kau juga makanlah.." Yunho mengambil beberapa potong daging dan meletakkan di mangkuk makan Mingi, senyum Jaehyun langsung menghilang, mata tajamnya mengikuti pergerakan sumpit Yunho dan menatap tajam pada Mingi.

"Terima kasih love..." Jawab Mingi dengan senyuman, ia meraih sumpitnya dan sedikit melirik ke arah Jaehyun yang menatapnya seperti ingin menelannya hidup-hidup. Wooyoung yang menjadi saksi adegan itu meringis kecil, aura keduanya benar-benar

Jadilah acara makan siang mereka terasa berat, bagi Wooyoung tapi beda dengan Yunho yang terlihat biasa saja. Anak itu benar-benar...

-

Subin duduk diatas atap apartemennya, sudah hampir beberapa jam ia hanya diam. Pikirannya melayang ketika dia, Jaehyun dan si bungsu melakukan perbincangan yang sedikit pribadi.

Tangan kanannya mengerat menggenggam gelas ditangannya. Ia menutup perlahan kedua matanya, berusaha menetralkan rasa kesalnya.

"Sepertinya aku juga tertarik padanya hyungie, tanpa sadar aku menerima semua perlakuannya padaku."

Satu kalimat panjang yang keluar dari mulut Yunho mampu mematahkan hatinya dengan mudahnya, Subin sendiri yakin bahwa Jaehyun pun merasakan hal yang sama namun ia menyembunyikannya dengan senyum palsunya saat itu.

"Benang takdir benar-benar mempermainkan keluarga kami.."

Subin bergumam pelan dengan suara serak dan berat, manik tajamnya menatap lurus, ia kemudian menyesap perlahan red wine di gelasnya.

Sosok Eric yang berdiri tak jauh dari tempat Subin hanya menatap sang tuan, sudah beberapa hari ini Eric tidak masuk ke kampus, semenjak perayaan ulang tahun si bungsu, dia memutuskan untuk menemani Subin. Yeosang dan si menyebalkan itu tengah membereskan hama-hama yang memburu berita akibat tereksposnya jati diri Yunho.

 Yeosang dan si menyebalkan itu tengah membereskan hama-hama yang memburu berita akibat tereksposnya jati diri Yunho

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ateez - A LITTLE JUNGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang