⸻
➤Fakultas Bisnis dan Management
Suasana dalam ruangan kelas hening, tidak ada yang berani untuk sekedar bersuara. Beberapa diantara mereka hanya bisa menatap kagum pada sosok yang tengah berdiri depan mereka, ada yang merasa biasa saja dan banyak reaksi lainnya.
"Jadi hari ini kita kedatangan salah satu mahasiswa yang sangat berprestasi dari Universitas Yosei dalam rangka sebagai pertukaran pelajar selama 3 bulan lamanya." Jelas Prof Kim di sertai dengan tepuk tangan yang riuh dari beberapa mahasiswanya, yang kebanyakan wanita.
"Woah serius?"
"Kupikir aku sedang bermimpi melihat seorang Jung Jaehyun di depan mataku.."
Prof Kim yang mendengar kehebohan mahasiswanya hanya bisa menggeleng maklum, dasar anak muda-pikirnya.
Tidak sembarang orang yang bisa mengikuti sistem pertukaran pelajar. Butuh banyak syarat yang harus mereka penuhi dan Jaehyun mampu memenuhi semua itu.
"Mohon kerjasamanya selama 3 bulan kedepannya." Ucap Jaehyun menampilkan senyuman andalannya, beberapa wanita disana memekik tertahan melihat betapa tampannya sosok pria di depan sana.
Jaehyun sudah memasuki semester 7, sebenarnya ia harus mulai fokus dengan semua mata kuliahnya tapi itu tidak terlalu ia pusingkan.
Pikirannya saat ini adalah bagaimana reaksi selanjutnya dari sang adik setelah melihat kehadirannya di kampus ini.
Di lantai bawah fakultas bisnis dan management pun tak kalah hebohnya mendengar berita kedatangan seorang Jung jaehyun. Sama halnya dengan dua sosok pria yang tengah duduk berseberangan.
Mingi dan San.
Kedua pria itu diam, saling bergelut dengan pemikirannya masing-masing.
"Apa tujuannya ke tempat ini?" ⸺pikir keduanya.
Meski pun mereka berbeda kelas, tapi tetap saja mereka satu fakultas. Satu kawasan dan pastinya akan sering bertemu , hal itu tentu saja bagian yang meresahkan untuk kedua pria tampan itu.
Mingi berpikir jika kehadiran Jung Jaehyun akan menghambatnya untuk mendekati adiknya, berbeda dengan Choi San, pria bermarga Choi itu berpikir jika kehadiran Jaehyun merupakan ancaman terbesarnya dalam menarik perhatian seorang Jung Wooyoung.
Bahkan setelah kejadian di bar, San semakin gencar mendekati Wooyoung. Usahanya sedikit membuahkan hasil meski masih sangat sedikit.
-
-
"Kau benar-benar tidak tahu jika 'dia' datang kemari?" Wooyoung sedikit mencondongkan badannya mendekat ke Yunho dan berbisik. Yunho yang sudah bisa menguasai rasa terkejutnya hanya bisa mengangguk pelan saja.
Sejujurnya Wooyoung pun kaget setengah mati melihat kehadiran lelaki itu. Tapi mengingat bagaimana pria itu menatap ke arah Mingi masih sangat membekas di pikirannya.
Sepertinya ia sedikit bisa menebak alasan utama kedatangan Jaehyun di kampus mereka.
"Benar-benar tidak terduga." Ucap Wooyoung menyandarkan punggungnya pada kursinya.
Mereka sekarang berada di dalam kelasnya, menunggu kedatangan Miss Kwon untuk memberikan mereka pembelajaran hari ini. Tidak biasanya dosen cantik mereka sedikit terlambat menghadiri kelas hari ini.
Yunho meraih ponselnya, Wooyoung melirik sedikit menyadari pergerakan pria itu.
"Apa yang kau lihat?" Tanyanya dengan sedikit penasaran.
"Tanggal..." Dahi Wooyoung mengerut.
"Tanggal?" Wooyoung melihat ke arah Yunho yang tengah mengotak-atik kalender di ponselnya hingga pergerakan tangannya terhenti.
