Sudah hampir satu jam lamanya si bungsu Jung itu berkutat dengan berbagai bahan makanan di dapur apartemen Wooyoung.
"Apa ada yang bisa kubantu?" Sahut Wooyoung dari arah sofa, pria itu sedang duduk bersama seorang satu laginya.
Mingi.
Pria itu memaksa Yunho supaya ikut ke apartemen Wooyung, padahal malam akan segera tiba.
"Duduk dan jangan mengangguku." WOoyoung segera mengatupkan bibirnya, ia melirik ke arah Mingi.
"Semua gara-gara kau.." Bisik Wooyoung ke arah Mingi, pria mungil itu mendelit tajam.
Mingi hanya menyengir tipis.
Mood Yunho sedang dalam keadaan buruk. Wooyoung sangat paham betapa mengerikannya Yunho dalam mode itu.
Tring
Atensi Wooyoung dan Mingi teralihkan pada bunyi pesan dari ponsel Yunho.
"Ponselmu berbunyi..." Teriak Wooyoung sembari memegang ponsel pria itu.
"Buka saja." Wooyoung dan Mingi saling bertukar pandang.
"Aku tidak salah dengar bukan?" Tanya Wooyoung pada Mingi. Dia ingin memastikan saja jika dirinya tidak salah dengar.
"Tidak.." Jawab Mingi. Pria itu juga penasaran siapa yang mengirimi si manis pesan.
Layar ponsel Yunho menampilkan
✉ 8 pesan gambar
"Baiklah akan kubuka..." Teriak Wooyoung lagi. Dia sedikit gugup membuka pesan pria itu, semenjak ia tahu siapa sebenarnya Yunho, pasti pesan dan panggilan yang masuk di ponsel pria itu berasal dari keluarganya.
✉ Pesan 1
"Im ready to the class my baby bear~~"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Wooyoung dan Mingi segera saling bertatapan dan mengerjap berkali-kali.