☷ 76

367 40 1
                                        

Flashback is on

"Bagaimana kalau kita membiarkannya mereka untuk saat ini, hyung?" Subin langsung berbalik dan menatap tajam ke arah Jaehyun.

Jaehyun sontak mengatupkan mulutnya, sepertinya dia salah bicara.

"M-maksudku bukan seperti itu hyung.." Meski gugup, pria berlesung pipi itu masih sempat mengerucutkan bibirnya karena di pelototi oleh Subin.

"Maksudku, biarkan saja baby bear dekat dengannya, selama itu tidak mengganggunya. Kita juga tidak bisa berbuat banyak untuk memisahkan mereka. Jadi, biarkan saja dulu." Subin mengangkat sebelah alisnya, pria itu masih bungkam.

"Jika cara terang-terangan tidak mampu membuatnya menjauh, lakukan cara halus." Lanjut Jaehyun menjelaskan.

Melihat raut wajah kakaknya yang mulai melembut, Jaehyun sedikit bernapas lega.

"Kita tinggal mendominasi waktu baby bear untuk bersama dengan kita atau menahannya di mansion. Kecuali jika daddy memiliki rencana lain dengan putra keluarga song itu." Jaehyun meringis pelan, raum merah di lehernya sedikit menyiksanya.

"Keluarga Song sangat menyukai baby bear, apalagi nyonya Song. Dia benar-benar sedikit mirip dengan mom, keras kepala." Subin berjalan mendekat dan meraih sebuah salep yang berada di atas nakas.

Pria itu duduk di pinggir kasur, sebelah tangannya sedikit menyingkap kaos hitam Jaehyun dan mulai mengoleskan salep itu ke beberapa raum merah di tubuh adiknya.

Sedingin-dinginnya pria itu, sisi lembutnya hanya akan terlihat jika di hadapan adik-adiknya.

Jaehyun sedikit bernapas lega karena salep itu bisa sedikit mengurangi rasa gatalnya.

"Cepat atau lambat, mereka akan mendapatkan baby bear." Ucap Subin, Jaehyun melirik ke arah Subin penuh tanya.

"Apa kau percaya dengan takdir tali merah?" Subin menutup penutup botol salep tersebut dan menggenggamnya.

"Anak itu lahir sehari setelah baby bear di lahirkan." Ucap Subin. Pria itu menggaruk keningnya mengingat sesuatu hal yang paling menggelitik pikirannya.

"Mereka mengatakan jika akan menjodohkan keduanya jika anak kedua tuan Song lahir saat mereka bercengkrama di ruang tamu, sebelum baby bear lahir. Detik berikutnya, mom tiba-tiba kontraksi dan harus melahirkan saat itu juga. Namun rencana hanyalah sebuah rencana, sayangnya adalah anak yang di lahirkan nyonya Song seorang laki-laki bukan perempuan seperti yang mereka duga sebelumnya." Jelas Subin.

Jaehyun terdiam, apa yang kakaknya ucapkan adalah hal yang sangat baru. Dia memang belum paham sama sekali mengenai banyak hal di masa lalu. Yang sering melihat dan mendengar adalah Subin.

Itulah sebabnya Subin memiliki kepribadian yang kuat dan sangat keras dibandingkan dengan yang lainnya.

Buktinya adalah dia tidak mudah terjatuh oleh para manusia licik dalam dunia bisnis.

"Istirahatlah, jangan banyak berpikir." Subin merapikan selimut yang menyelimuti Jaehyun. Jaehyun tak bisa menyembunyikan senyum kegembiraannya.

Sangat jarang sekali merasakan perhatian langsung kakaknya.

"Hyung juga istirahat, jangan bekerja terus, cobalah mencari pendamping." Ucap Jaehyun yang sukses membuat telapak tangan Subin sedikit mendarat di dahinya dengan lembut.

"Bocah sepertimu belum mengerti mengenai pendamping." Ucap Subin turun dari ranjang dan meletakkan kembali botol salep diatas nakas.

Setelah memastikan tidak ada lagi yang adiknya butuhkan, Subin pun berjalan keluar dari kamar Jaehyun.

Ateez - A LITTLE JUNGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang