Masih setengah sadar, Yunho mengusap wajahnya sembari menuruni anak tangga. Entah pendengarannya yang terlalu tajam atau bagaimana, pria manis itu mendengar suara ribut di bawah.
Karena sepertinya matahari juga mulai menampakkan dirinya, akhirnya ia memutuskan untuk melihat siapa pelaku keributan di bawah sana.
Dengan memakai piyama tidurnya berwarna orange, sandal ruangan yang berbentuk kelinci.
"Hoaam..." Yunho menutup mulutnya saat ia menguap, rasa ngantuk itu masih menderanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hingga langkahnya pun sampai di kawasan dapur, ia melihat beberapa pelayan di sana dengan wajah panik.
"Ada apa dengan kalian?" Tanya Yunho, sontak beberapa pelayan disana membungkukkan kepala dan satu diantara mereka berjalan mendekat.
"Tuan besar...." Ucapnya sedikit panik.
"Daddy?" Pelayan itu mengangguk cepat kemudian menunjuk ke arah dapur.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yunho menghela napas berat, ayah itu benar-benar.
"Baiklah..." Ucap Yunho berlalu meninggalkan pelayan itu dan beralih mendekati sang ayah yang tengah berkutat dengan beberapa bahan makanan di dapur.
"Dad, kuharap kau tidak menghancurkan dapur." Yunho bersedekap dan menatap malas ke arah Uknow, sang ayah.
"Oh morning son..." Sapa Uknow dengan santai, ia menghentikan pekerjaannya sejenak dan menatap ke arah si bungsu dengan senyum lebar.
Yunho sedikit menyandarkan tubuhnya di pantry dapur, mengamati kondisi dapur.
"Hah benar-benar kacau..." Gumam Yunho, sang ayah yang mendengarnya hanya meringis kecil.
Rencananya, kepala keluarga Jung ingin membuatkan sarapan untuk anak-anaknya sebelum ia berangkat ke kantor, karena beberapa minggu kedepan ia akan melakukan perjalanan bisnis lagi. Tapi malahan hasilnya berantakan seperti ini. Alasan lainnya adalah karena mereka sangat jarang berkumpul dengan anggota keluarga lengkap, biasanya hanya ketiga anaknya yang sering bersama jika si bungsu kembali ke mansion.