"Tell me who there out side, hyung..." Ucap Yunho bersandar pada tiang yang ada di dalam kamarnya. Subin menghela napas pelan.
"Benar-benar mengesalkan." Makinya dalam hati.
"Putra tuan song, baby." Jawab Subin dengan nada tidak suka, Yunho menyadari hal itu.
"Berapa lama hyung menahannya di luar. Bukankah itu tidak sopan hyung?." Yunho berjalan pelan, Subin pun melangkah ke arah si bungsu dan meraih pinggangnya kemudian menuntunnya untuk duduk di kasur.
"Duduklah, hyung akan mengizinkannya masuk." Ucapnya dengan berat hati, Yunho menurut dan duduk di atas ranjangnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Subin melihat ke arah pengawal yang masih berdiri di depan pintu kamar dan memberinya kode.
"Biarkan dia masuk." Perintah Subin.
"Baik tuan." Sahut si pengawal meraih walkie talkienya dan memberikan informasi untuk rekan kerjanya di luar kemudian ia undur diri.
Yunho menoleh, menatap wajah kakaknya dari samping. Dia sadar benar jika kakaknya saat ini tengah menahan diri, mereka memang tidak pernah kedatangan tamu dari luar di kediaman mereka, apalagi itu orang asing yang tidak memiliki hubungan dengan keluarga mereka.
Meskipun Subin mengetahui ikatan persahabatan orangtua mereka dengan keluarga song, bagi Subin mereka tetaplah orang asing.
"Aku akan baik-baik saja hyung." Ucap Yunho menggesekan kepalanya pada Subin yang akhirnya memperlihatkan senyum tipisnya.
"Baiklah baby.." Bisik Subin.
Ingat, ucapan si bungsu adalah perintah mutlak bagi Subin dan Jaehyun.
Subin berdiri dan berjalan untuk mengambil tiang penyangga botol infus Yunho.
"Kita akan tetap makan bersama hyung, jangan menyendiri, arrachi?" Ucap Yunho melihat kakaknya memasangkan botol infusnya pada pengait tiang dengan senyum lebar di wajah pucatnya. Subin mengangguk.
"Hyung mengambil makanan dulu..." Yunho mengangguk dan melihat punggung kakaknya menghilang dibalik pintu.
"Hufh..." Yunho menghela napas pelan, ia bersandar pada sandaran kasurnya.
-
-
Disisi lain, Mingi sudah mengendarai mobilnya memasuki kawasan mansion.
Akhirnya setelah berjam-jam menunggu di luar, ia bisa diperbolehkan masuk.
Itu pasti karena Yunho.
Jika Subin, Mingi yakin, sampai besok pagi pun dirinya pasti akan tetap di luar gerbang.
Setelah memarkirkan mobilnya, seorang pengawal datang menjemputnya dan menunjukkan jalan masuk ke mansion.
Mingi sedikit terpesona melihat bagaimana penataan Mansion Jung. Namun rumah sebesar ini terlihat tidak ada penghuni.