"Tersenyumlah..." Yunho menoleh dan melihat Mingi yang berjalan ke arahnya, pria itu habis pergi membeli sebuah minuman.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yunho hanya diam dan merotasikan bola matanya. Kenapa dirinya selalu kalah jika berdebat dengannya?
Mingi dengan santai berjalan sambil memegang sebuah cup berisi jus dan mendudukkan dirinya di samping Yunho.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Masih kesal?" Tanya Mingi sedikit menubruk lengan Yunho dan menyenderkan kepalanya pada bahu Yunho.
"Hu'um.." Yunho hanya bergumam tanpa melihat ke arah Mingi, ia lebih tertarik dengan sekitarnya.
Sungai Han.
Tempat dimana semua orang datangi untuk melepas penat, piknik dan masih banyak hal lainnya. Namun dia ketempat ini bukan untuk melakukan hal itu semua melainkan Mingi menyeretnya kemari, katanya hari Minggu paling bagus ke sungai Han dan menikmati pemandangan indah disana.
"Apa?" Yunho menoleh saat merasakan sesuatu yang dingin menempel di pipinya.
"Jus strawberry, kau tidak alergi dengan strawberry bukan?" Tanya Mingi melepas maskernya namun belum sempat terlepas Yunho dengan cekatan memakaikan kembali masker di wajah Mingi.
"Jangan di lepas pabboya-" Gemas Yunho.
Mingi mendegus bosan.
Ada apalagi dengan si manis ini.
"Tidak apa-apa love, biar saja mereka meliput kita." Ucapan polos Mingi sukses membuat iris indah Yunho mendelit tajam.
"Hah baik-baiklah..." Mingi meraih telapak tangan Yunho dan membiarkan pria manis itu memegang cup jus.
"Hanya satu?" Tanya Yunho sedikit mengangkat cup tersebut diantara mereka. Yunho menatap cup itu bergantian kemudian menatap Mingi.
"Hanya satu dan itu untukmu love.." Tanpa ragu Mingi mengusap surai Yunho yang mulai memudar warna birunya tapi tetap membuat si manis itu terlihat seperti permen kapas.
"Kenapa tidak membeli dua? Kau ini-" Yunho menghela napas, bingung dengan pola pikir pria itu namun tetap ia menyerup minuman itu, ia merasa haus setelah berdebat panjang dengan Mingi.