Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tok
Tok
Tok
"Masuk." sahut Subin tanpa menoleh kearah asal suara. Manik tajamnya hanya menatap pemandangan luar tanpa minat.
"Ini jadwal anda untuk sebulan kedepan, sajang-nim" Subin menoleh ke arah sang sekertaris dan menerima map yang berisi jadwal pertemuannya.
Mata elangnya menisik satu persatu yang tertera disana.
"Universitas Korea?" Pria itu menatap ke arah sekertaris. Paham akan arti pandangan itu sekerteris tersebut pun menjelaskan kenapa nama kampus yang adiknya tempati menempuh pendidikannya ada dalam jadwal pertemuannya.
"Sebulan yang lalu, anda sendiri yang menerima tawaran dari pihak universitas untuk memberikan beberapa ulasan mengenai bisnis kepada para mahasiswa disana, sajang-nim..." Subin menopang sisi kepalanya.
"Sepertinya aku melupakan hal itu" Ucapnya dalam hati.
Sekitar 10 menit pria itu mengamati isi jadwalnya sekaligus memberikan arahan pada sekertarisnya untuk mengubah beberapa scheduelnya, karena sang adik akan segera kembali ke mansion.
Subin tidak akan menyia-nyiakan waktunya di perusahaan saat si bungsu Jung itu kembali ke mansion. Mereka hanya memiliki waktu sedikit untuk bermain bersama.
Masalah utamanya adalah dia tidak bisa memperhatikan adiknya di luar, karena pesan ibunya serta keamanan adiknya sendiri meski Subin yakin adiknya itu kuat, apalagi hampir 3 tahun dia yang mengajarkan adiknya taekwondo dan menembak.
"Ah satu lagi..."Subin menatap sekretarisnya.
"Jangan sampai ada paparazi yang mengikutiku saat acara itu tiba."
"Baik sajang-nim." ucapnya kemudian undur diri.
Flashback off
║
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.