Yeosang sesekali menoleh ke arah bosnya saat merasa tidak ada reaksi apapun dari sang bos, masalahnya semenjak kedatangannya ke perusahaan, bosnya tersebut sedari tadi hanya diam, menopang sisi kepalanya dan untuk pertama kalinya pria gila kerja itu mengabaikan ketar-kertas diatas mejanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hal yang sangat langka dimata Yeosang. Bahkan raut wajahnya sudah seperti seekor predator ingin menerkam buruannya.
"Bos? You okay?" Tanya Yeosang dengan santai, bahkan pria cantik itu menggunakan bahasa informal.
Yeosang sedikit memiringkan tubuhnya, ingin mengintip bagaimana reaksi wajah bosnya dengan bahasa informal.
Sayangnya, tidak ada reaksi atau raut wajah kesal yang ia perlihatkan.
Yeosang jadi penasaran, apa yang sedang bosnya pikirkan hingga mampu mengalihkan fokus sang bos seperti ini.
Bahkan sinar matahari yang menembus kaca jendela ruangan tak mampu membuat fokus Subin terganggu.
"Bos?" Panggil Yeosang lagi.
Masih dalam posisi miring untuk melihat reaksi sang bos.
Jika itu orang lain, pasti mereka lebih memilih keluar dari ruangan itu dibandingkan tinggal didalam dengan suasana dingin dan mencekam seperti ini, untungnya Yeosang sudah terbiasa, apalagi jika pengalaman bekerjanya bersama sang tuan besar, Jung Uknow.
"Apa ini mengenai tuan muda Yunho?" Ucap Yeosang mencoba menebak apa sedang sedang memenuhi isi pikiran Subin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Berhasil..." Ucap Yeosang dalam hati.
Subin yang mendengar nama sang adik disebut langsung memutar pelan kursinya dan menatap ke arah Yeosang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.