"Tidak ingin menghampiri mereka?" Tanya sosok yang berdiri di samping Eric.
Keduanya tengah mengawasi tuan muda mereka dari jauh, seperti biasa.
Eric hanya diam dan tidak ingin menanggapi ucapan orang di sampingnya. Iris tajamnya menatap ke depan, tepatnya pada dua sosok yang tengah berbagi kasih sayang di dekat kolam renang.
Obsidian birunya menajam namun tidak ada satu pun kata terucap dari mulutnya. Semenjak Mingi mengetahui jati dirinya, Eric sudah terang-terangan melaksanakan pekerjaannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Master melihat mereka." Balas Eric memasukkan kedua tangannya di sakunya.
⸺
Keesokan harinya, para penghuni villa terlihat sangat sibuk. Terutama para pelayan disana, mereka sibuk mempersiapkan makanan dan minuman untuk sarapan pagi ini. Apalagi nanti sore, tuan mereka berencana akan melakukan pesta barbeque di pinggir kolam renang, jadinya mereka akan sangat sibuk mempersiapkan segalanya.
Di lantai dua, terlihat sosok Uknow yang sudah terlihat rapi dengan pakaian santainya, beberapa pelayan wanita disana sempat mencuri lirik padanya kemudian membungkukkan tubuh mereka dan berlalu untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Morning son...." ucap Uknow melihat putra pertamanya membuka pintu kamarnya, Subin menoleh ke arahnya kemudian membalas sapaan sang ayah, " Morning dad.." Jawabnya sembari menutup pintu.
"Ingin membangunkan sleepy head?" Tanya Uknow.
Subin mengangguk kecil, " Ya dad..." Jawabnya seadanya. Pria itu memang selalu seperti itu.
"Kalau begitu, daddy turun terlebih dahulu untuk menyapa tuan rumah." Subin mengangguk kemudian berjalan menuju kamar teddy bearnya.
Uknow pun berjalan menuruni tangga namun langkahnya terhenti saat melihat sosok pemuda berambut merah menyala di depannya.
"Ah selamat pagi paman..." Salamnya dengan sedikit membungkukkan kepalanya, Uknow tersenyum hangat.
"Pagi Mingi-ah, kau benar-benar sudah tumbuh sebesar ini." Guraunya dengan sedikit terkekeh, Mingi hanya menggaruk pelan tengkuknya canggung. Ini pertama kalinya dia berbicara dengan kepala keluarga Jung itu, ternyata auranya memang begini.
"Ingin membangunkan sleepy head juga?" Tanya Uknow.
"Sleepy head?" Tanya Mingi dengan raut wajah bingung.
Uknow tersenyum tipis, " Kau tidak perlu membangunkannya Mingi-ya.." Mingi menaikkan sebelah alisnya.
"Subinie sedang membangunkannya." lanjut Uknow menepuk bahu kanan Mingi kemudian melanjutkan langkanya menuju ruang tamu, siapa tahu mereka sudah berkumpul disana.