⸻
"Uhhuk-uhuuk..."
Mingi maupun yang lainnya langsung kompak memberikan San tissue melihat pria itu tersedak sewaktu meminum minumannya, dengan tergesa-gesa San membersihkan mulutnya, tenggorokannnya terasa agak perih.
"Ya hati-hatilah, makanya jangan bermain ponsel selagi kau minum ckck.." Ejek Christ sambil menggelengkan kepalanya.
"Lihat ini..." San langsung menyodorkan ponselnya di depan Mingi dan menunjuk apa yang dia maksud, Mingi pun meraih ponsel San.
Kedua iris tajamnya melihat foto yang terpampang di layar ponsel San.
Pantas saja San tersedak, dia pasti kaget dengan foto ini.
Foto dimana Jaehyun mencium punggung tangan Yunho.
Kejadian itu benar-benar langsung tersebar dengan kecepatan kilat, entah siapa yang mengambil gambar mereka dan mempostingnya di situs kampus.
San menyipitkan matanya melihat tidak ada reaksi berlebih dari Mingi mengundang tanda tanya dalam benaknya.
"Kau tidak panas melihatnya? Itu kekasihmu Song Mingi.." Ada nada ketidaksukaan dari tutur kata San. Dia tidak percaya jika wajah polosnya benar-benar bisa menipunya.
Pria itu benar-benar merebut kekasih sahabatnya.
Mingi diam dan tidak tahu mau menanggapi pertanyaan San bagaimana.
"Wow dia benar-benar menebarkan sayapnya..." Christ mengambil ponsel San dari tangan Mingi dan melihat isi postingan yang langsung panas di situs kampus.
"Wait..."
Christ mendongakkan kepalanya, ia melirik pada San kemudian Mingi.
Kekasih?
Pria yang terkenal dengan sikap dingin dan kacamata tebalnya?
Kekasihnya Mingi?
Kenapa dia tidak pernah mendengarnya?
Apa Mingi merahasiakannya dari semua orang?
Wah hebat sekali.
"Kekasih?" Tanya Christ pada Mingi yang menatapnya. Pria itu cuma menggaruk pelan bagian belakang kepalanya.
Memang belum ada kepastian mengenai hubungannya dengan Yunho tapi Mingi sangat yakin jika pria itu sudah menerima perasaannya meski tanpa ungkapan cinta yang seperti orang lain lakukan.
Bagi Mingi, dia hanya perlu membuktikan ketulusan dan keseriusannya pada putra bungsu keluarga Jung.
Dan itu berhasil.
"Kau tidak ingin melakukan sesuatu eoh? Tingkahmu aneh Mingi-ya, biasanya kau akan langsung bertindak jika sesuatu yang kau miliki di sentuh oleh orang lain, apalagi beritanya sudah kemana-mana.." Celetuk San dengan tatapan tidak percayanya.
Dia yakin jika sahabatnya menyembunyikan sesuatu, untungnya kesabarannya masih bisa dia pertahankan.
Christ sendiri pun mengangguk mengiyakan ucapan San, memang benar, Mingi adalah sosok yang paling tidak senang jika apa yang dia miliki di sentuh oleh orang lain tanpa seijinnya.
Lalu kemana seorang Song Mingi yang tegas?
Mingi melihat san dan Christ secara bergantian kemudian berkata, " Mereka tidak memiliki hubungan seperti yang kalian pikirkan."
"Woah! Sulit kupercaya..."
San melempar punggungnya pada sandaran kursi, mereka saat ini masih berada di kawasan kantin fakultas mereka.
