Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ssh...." Mingi meringis pelan saat menyentuh sudut bibirnya yang sedikit terluka, pasti robek-pikirnya. Irisnya menatap wajah tidur Yunho, gurat lelah itu masih terlihat.
"Aku tidak sampai pikir, dia benar-benar melayangkan tinjunya padaku." Inner Mingi memejamkan sejenak matanya.
Kejadian sesaat yang lalu masih segar dalam ingatannya, dirinya memang sedikit hilang kendali tapi Mingi tidak memprediksi gerakan Yunho yang dengan cepat meninju sisi wajahnya hingga sudut bibirnya berdenyut hingga membuatnya sedikit berdarah.
Bangunlah Mingi, Yunho bukanlah seorang pria yang lemah. Bahkan dia lupa jika pria itu ahli bela diri. Tidak heran jika bisa melawan cekalangnya.
Hampir 30 menit mereka bergeluk, akhirnya Yunho yang kelelahan jatuh tertidur. Mingi sendiri yang membawa tubuh Yunho menuju kamarnya.
"Dasar beruang manis..." Mingi sedikit berbisik dan memainkan helai rambut Yunho.
Saat ini keduanya berbaring diatas kasur Yunho, si manis itu sudah malas berdebat dengan Mingi jadi ia membiarkannya saja.
Toh juga mereka sama-sama pria, Yunho berpikir jika lelaki itu tidak akan berbuat macam-macam padanya.
Mingi berbaring dengan posisi miring, menopang sisi kepalanya dan menatap wajah tenang Yunho. Kaki mereka saling menindih di bawah sana, tepatnya mereka menggunakan satu selimut yang sama.
Rencananya Mingi hanya ingin sedikit menggoda Yunho dengan cara menyentuhnya atau pun sedikit menggigit bahunya, tapi kenyataannya jauh berbeda.
Siapa yang menyangka jika dirinya hampir saja benar-benar 'memangsa' si beruang manis itu, untungnya Yunho bisa menghantamnya untuk menyadarkannya.
Ia sedikit memutar kilas balik kejadian di ruang tamu beberapa jam yang lalu.
"Kita akan berangkat ke kampus bersama." Ucap Mingi yang dengan cepat membuat Yunho menggeleng menolak.
"No! Aku tidak mau. Kau berangkat saja sendiri-" Tolak Yunho berusaha melepas kuncian Mingi pada tubuhnya.
Mereka benar-benar seperti berkelahi, setelah Mingi dengan berani mengecup dan bahkan menyesap kulit leher Yunho, si manis itu berubah menjadi beruang yang siap tempur. Tak segan-segan dirinya mendorong tubuh kekar Mingi dan melayangkan beberapa pukulan bahkan tendangan, untungnya Mingi bisa menghindarinya dan menahan beberapa serangan Yunho, meski tendangan Yunho sempat membuatnya meringis karena saking kuatnya.
"Tidak ada bantahan, love." Ucap Mingi mengunci pergerakan Yunho dengan menahan kedua tangannya di atas kepala pria itu, Mingi duduk di perut Yunho, seringai tipis menghiasi wajahnya.
"But i wont Mingi! Ya! Kau berat!" Pekik Yunho saat Mingi dengan santainya menambah beban massa beratnya diatas perut Yunho, Mingi sedikit terbahak. Yunho sudha berhenti meronta, napasnya memberat karena kelelahan.