Matahari senja sudah mulai memperlihatkan dirinya, sinar keemasannya mulai menyebar, menambah keindahan langit, beberapa orang yang berlalu lalang di sekitar sungai Han pun mulai meninggalkan tempat itu meski masih terlihat beberapa orang disana.
Sama halnya dengan Mingi dan Yunho, saat ini mereka hanya duduk berhadapan di salah satu tempat duduk disana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Andai saja aku membawa kameraku.." Bisik Yunho yang menatap matahari terbenam. Bibirnya sedikit mengerucut.
Mingi menatap wajah Yunho yang diterpa oleh sinar jingga itu membuat wajah putihnya semakin bersinar, sudut bibir Mingi terangkat membentuk sebuah senyum kecil.
"Kita masih punya banyak kesempatan untuk kembali kemari, love.." Ucap Mingi. Yunho hanya mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangannya.
"Sangat indah." Ujar Yunho, meskipun Mingi tidak melihat ekspresi apa yang Yunho perlihatkan tapi dia yakin jika pria manis itu tengah tersenyum lebar karena senang.
"Memang sangat indah." Sahut Mingi namun yang ia tatap bukanlah matahari terbenam itu melainkan irisnya mengarah pada Yunho.
"Sangat indah." Ulangnya dengan senyuman.
"Love..." Panggil Mingi, Yunho akhirnya menoleh.
"Apa?" Tanya Yunho dengan raut wajah bingung.
"Bukankah saat seperti ini sangat cocok untuk berciuman hm?" Mingi menyeringai kecil, Yunho memandangnya dengan tatapan malas.
Sudah dia duga.
Pasti pria predator itu akan mengatakan hal ini.
"Apa kau tidak sadar jika ada 4 mata yang sedang mengawasi kita hm?" Yunho menopang dagunya, ia menatap Mingi.
"Apa maksudmu love?" Tanya Mingi, sejujurnya dia itu bukan tipe sepeka Yunho dengan kehadiran orang lain.
"Coba balikkan badanmu..." Ucap Yunho, Mingi dengan patuh memutar pelan tubuhnya dan melihat kearah yang Yunho tunjuk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.