⸻
5 hari telah berlalu, kondisi Yunho maupun Jaehyun sudah semakin pulih, bahkan si bungsu itu kini tengah berada di kamar sang kakak. Mingi pun selalu datang mengunjungi Yunho meski aura keberadaannya masih sangat tidak disukai oleh kedua kakak Yunho, tapi pria itu hanya sebentar datang, karena alasannya cukup jelas.
"Hari ini temanmu akan berkunjung lagi?" Jaehyun bertanya setelah membalas pesan diponselnya, ia menyandarkan punggungnya pada senderan sofa, kakinya ia luruskan dan pandangannya tertuju ke arah si bungsu yang tengah berbaring di atas ranjangnya.
Bosan.
Anak itu pasti bosan, meski raum merah di lehernya sudah memudar, Subin masih melarang mereka untuk masuk kampus.
Padahal Yunho sangat ingin menghadiri kelasnya kali ini, melukis. Dia sangat senang bermain dengan cat-cat penuh warna itu. Namun sayangnya hal itu harus ia lewati lagi.
Dan berita menyenangkan yang Yunho dapati adalah semua staff yang bekerja di dapur kampus tidak ada yang menghilang ataupun di pecat. Buktinya kedua kakaknya tidak melakukan sesuatu yang buruk pada mereka.
"Huum, Wooyoungie mengatakan akan datang lagi kesini menjengukku. Hyung..." Mata bulat indah itu menatap sang kakak.
"Kau tidak melakukan apapun pada Wooyoung, kan?" Tanyanya penuh selidik, masalahnya tiap kali Wooyoung datang anak itu lebih suka tinggal di kamar Yunho dan akan langsung menjadi 'patung Wooyoung' jika kakaknya datang ke kamarnya meski hanya sekedar menyapa mereka.
"Tentu saja tidak baby bear~" Jawaban Jaehyun sedikit terdengar meragukan di telinga Yunho.
"Hontoni?" Tanya Yunho memastikan. Jaehyun mengangguk pasti.
Soalnya, Yunho terkadang merasa kasihan sekaligus gemas jika Wooyoung mulai salah tingkah saat melihat Jaehyun, kadang dia akan bersikap biasa saja tapi pada dasarnya kakaknya mulai suka menggodanya, disitulah pusat masalahnya.
Seperti kejadian tempo hari, Wooyoung yang katanya tidak mau merepotkan para pelayan memutuskan untuk pergi ke dapur sendirian mengambil minuman dan cookies, tentu saja masih di temani oleh pelayan disana.
Pertama ia bertemu dengan Subin saat ingin kembali ke kamar Yunho, tentu saja dia otomatis membatu karena gugup setengah mati. Dia tidak tahu jika pria itu tinggal di mansion jika Yunho ada disana.
Kedua, Wooyoung mendapat serangan entah kesekian kalinya, pas dia memasuki kamar Yunho, yang ia lihat ada seorang Jung Jaehyun yang shirtless karena dia sedang di periksa oleh dokter park, tentang raum ditubuhnya.
Kebetulan dokter Park ada di kamar Yunho bertepatan Jaehyun yang ingin menyapa kedatangan Wooyoung jadi sekalian saja dia diperiksa dikamar Yunho.
Untungnya nampang yang Wooyoung pegang bisa langsung di handle oleh pelayan yang selalu mengikutinya.
"Kenapa kau curiga sekali pada kakakmu yang paling tampan ini baby~"
"Dia merajuk." Inner Yunho.
"Bukan curiga hyung, tapi kasihan dia, seperti terkena serangan jantung jika hyung tiba-tiba muncul di sampingnya, menyentuhkan bahkan ...." Yunho menghentikan ucapannya dan menggaruk tengkuknya.
"Bahkan?" Jaehyun menyeringai tipis saat si bungsu tidak bisa melanjutkan perkataannya.
"Yeah begitulah..." Kesal Yunho yang membuat Jaehyun tertawa gemas di buatnya.
"Hyung tertarik dengan Wooyoungie? Aku tidak pernah melihat hyung seperti itu pada orang lain.."
Skatmat
