Cahaya orange telah tergelincir perlahan dari ufuk barat,percikan terakhir sang surya yang indah akan tergantikan oleh keindahan sinar putih sang rembulan yang menghiasi langit malam.
Begitupula dengan Yunho, pria manis itu masih bersantai di taman belakang mansion dengan di temani beberapa pelayan yang mengamati setiap pergerakannya disana. Si bungsu itu menoleh, melihat ke arah langit-langit yang sudah di hiasi oleh cahaya orange yang terlihat begitu indah, senyum tipis terukir di wajahnya.
"Sudah sore, sebaiknya anda masuk ke mansion.." Ucap seorang pelayan yang tengah berdiri di belakang Yunho sedari tadi, si manis itu menoleh dan tersenyum tipis.
"Nanti saja, tunggu sejenak bilas cahaya di langit menghilang..." Balas Yunho dengan senyuman.
Sang pelayan hanya mengangguk dan ikut melihat ke arah langit. Suasana kali ini memang sudah hal lumrah, sering terjadi. Rumah bak istana ini memang selalu terasa sepi dan dingin tapi jika si bungsu ini datang, situasinya akan berbeda meski mereka terkadang ketar ketir jika Yunho tiba-tiba meminta sesuatu yang tidak ada di mainson.
Di tempat lain, tepatnya di ruangan pemantauan, Jongho dan Hongjoong yang berdiam diri, keduanya sibuk dengan urusan masing-masing namun si rambut merah itu tengah fokus memantau Yunho dari kamera cctv.
"Tuan muda terlihat lebih dewasa..." Gumam Jongho yang masih bisa di dengar oleh Hongjoong.
"Dan semakin membuatmu sadar bahwa kau tidak bisa lagi bermain dengannya seperti dahulu bukan?" Celetuk Hongjoong terkekeh geli melihat ekspresi masam di wajah Jongho.
Memang benar, saat Yunho remaja, dia sering sekali bermain dengan Jongho meski perbedaan status mereka sangat berbeda, tapi pada dasarnya Yunho yang tidak memperdulikan hal seperti itu bisa bergaul dengan mereka, para pengawal yang bekerja di keluarga Jung.
Hingga akhirnya dia memutuskan untuk keluar mansion dan dari sanalah mereka sudah sangat jarang bertemu meski dia sesekali akan menjadi mata-mata si bungsu.
"Hufh..." Jongho menghela napas pelan, ia pun melanjutkan memantau Yunho dari kamera cctv.
⤷
Disisi lain, Jaehyun baru saja memasuki halaman depan mansion, pria itu baru menyelesaikan acara 'mari berkumpul' bersama Lucas dan Hendery.
Sekian lamanya dia menjadi mahasiswa transfer, mereka sangat jarang bertemu karena Jaehyun sangat senang satu lokasi dengan adiknya.
"Selamat datang tuan muda.." Salam seorang pengawal setelah Jaehyun keluar dari mobilnya, pria itu melihat sekeliling sebelum berkata " Apa baby Yunho sudah kembali?" tanyanya melepas kacamata hitamnya.
"Sudah tuan, tuan muda Yunho ada di taman belakang.." Jawab pengawal tersebut, Jaehyun mengangguk dan mengubah arah langkahnya menuju taman belakang.
"Sudah hampir gelap, dia pasti masih ada disarangnya.." Gumam Jaehyun dalam perjalanannya.
⤷
Dan benar saja, si beruang besar yang menggemaskan itu tengah berbaring di sofa besar dalam penthouse, posisi tidurnya langsung mengingatkannya moment dimana Yunho kembali ke mansion untuk pertama kalinya.
"Tuan-"
ucapan salah satu pelayan disana langsung terhenti melihat Jaehyun meletakkan jari telunjuknya di belahan bibirnya, tanda bahwa dirinya harus menutup mulut. Pelayan tersebut kemudian mengangguk pelan dan memundurkan dirinya tak jauh dari Jaehyun.
Sudut bibir Jaehyun terangkat,membentuk sebuah senyum kecil yang membuat lesung pipinya mencuat menghiasi wajahnya.
"Hah anak ini..."
Jaehyun mendudukkan dirinya di sisi sofa, mengulurkan tangannya mengusap lembut surai adiknya. Yunho sedikit bergumam pelan akibat sentuhan Jaehyun.
Selalu seperti ini tapi mau bagaimana lagi, si bungsu memang paling menyukai taman belakang melebihi apapun di area rumah mereka, karena semenjak ia kecil tempat bermainnya memang di taman, bahkan di Jepang pun sama.
" Baby bear, wake up. Tubuh besarmu akan sakit jika tidur di sofa baby."
Dengan tubuh bongsor jika tidur di sofa kecil begini pasti bisa membuat tubuhnya terasa kaku dan pegal.
Kelopak matanya berkedip pelan, terbuka perlahan memperlihatkan sepasang manik mata yang indah.
"Ugh Jeff hyung?" Gumam Yunho bangun sembari mengucek lembut matanya, ia merenggangkan tubuhnya yang terasa sedikit kaku akibat tidur di sofa.
Jaehyun gemas melihat bagaimana imutnya si beruang besar itu bangun.
"Sejak kapan hyung kembali? Sudah lama? Sudah makan malam?" Tanya Yunho sembari menelisik wajah kakaknya, dia sadar betul bagaimana malasnya kedua kakaknya dalam menjaga pola makan mereka meski pun tubuh mereka terbilang proposional.
Jaehyun terkekeh kecil kemudian menjawab " Belum lama baby. Dinner? Not yet, want to dinner together?"
Yunho langsung mengangguk antusias kemudian senyumannya merekah kala teringat sesuatu.
"Ah! Aku baru ingat..."
Yunho meraih kedua tangan Jaehyun dan menggenggamnya dengan erat, menganyunkannya dengan gemas. Dahi jaehyun mengernyit tapi pria itu tetap membalas tautan tangan adiknya.
"Saiubin hyung! Kudengar daddy dan Saiubin hyung berpelukan!" Serunya heboh, Jaehyun mengerjap berkali-kali berusaha mencerna apa yang adiknya katakan.
Rahangnnya terjatuh pelan, shock.
Tentu saja.
Manik matanya menatap Yunho, untuk memastikan apa yang di katakan oleh sang adik memang benar adanya.
"Hontonie~~" Ucap Yunho membenarkan ucapannya.
"R-really? Darimana kau mendapat berita itu hm?" Tanya Jaehyun dengan wajah kagetnya yang membuat Yunho terkekeh gemas.
"Ahjussi rambut putih! Asisten daddy~" Jawab Yunho dan Jaehyun mengangguk pelan, senyum manis langsung merekah di wajahnya. Beban yang ada di hatinya terasa lega mendengar kemajuan pesat mengenai sang kakak dengan ayah mereka.
Berita mengenai kakaknya dengan sang ayah memang baru ia dapatkan sore tadi, siapa lagi pelakunya jika bukan asisten ayahnya, 'ahjussi rambut putih'. Itu julukan yang Yunho berikan pada asisten ayahnya.
Keduanya saling bertatapan dan diam dalam beberapa detik kemudian-
"Ayo makan malam di tempat Saiubin hyung!"
"Ke tempat Subin hyung!"
Ucap keduanya bersamaan kemudian tertawa bersama menyadari bahwa mereka memikirkan hal yang sama.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.