Kelopak mata itu mulai terbuka secara perlahan saat sinar matahari menyerobot memasuki lewat pentilasi. Kedua tangannya melebar untuk sekedar merenggangkan otot tubuhnya yang agak kaku kemudian terulur dan meraih ponselnya di meja nakas.
Obsidian hitamnya melihat ke layar ponselnya yang menunjukkan pukul 08.00 AM.
"Padahal aku hanya pura-pura tidur, tapi nyatanya aku benar-benar tertidur." Wooyoung berkata dengan sura serak khas orang yang bangun tidur, bahkan surai ungunya masih sangat berantakan namun diabaikannya.
Wooyoung menyingkap selimutnya kemudian turun dari ranjangnya, ia berencana untuk membangunkan Yunho jika saja pria itu belum terbangun. Tanpa mengganti celana pendeknya, pria itu kemudian memakai sandal rumah dan keluar menuju kamar si beruang manis.
Wooyoung berjalan di koridor dan sesekali membalas sapaan beberapa pelayan yang berlalu lalang di sepanjang jalan.
"Hoaamm....." Wooyoung menutup mulutnya saat rasa ngantuk itu masih menderanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Langka pria itu terhenti saat sudah sampai di tujuannya.
Kamar Yunho.
"Apa aku langsung masuk saja atau mengetuk terlebih dahulu?" Gumamnya sambil menggaruk perutnya yang agak gatal.
Hampir beberapa menit ia bertarung dengan pikirannya sendiri.
Kriet.
Pada akhirnya dia memilih untuk tidak mengetuk.
Irisnya menelisik keadaan kamar Yunho.
Bersih dan tertata dengan rapi.
Kedua kakinya terus melangkah namun iris indahnya membola seketika melihat pemandangan yang tersaji di depannya. Sekuat tenaga dia mengatuk bibirnya untuk tidak berteriak histeris karena kaget.
Wajahnya sedikit memerah hingga sampai ke daun telinganya, tanpa basa-basi lagi Wooyoung bergegas keluar dari kamar Yunho dan sebisa mungkin tidak menghasilkan suara yang bisa menganggu tidur mereka.
Tap
Tap
Tap
Setelah Wooyoung rasa dirinya sudah agak jauh dari kamar Yunho, pria itu kemudian bernapas dengan kasar, hingga meraup banyak oksigen karena tanpa sadar dirinya menahan napas melihat pemandangan dua Jung yang tersaji di depan matanya.
"A-aku benar-benar harus terbiasa dengan mereka, astaga...astaga...astaga..." Serunya menepuk-nepuk kedua sisi wajahnya yang masih memerah.
Pasalnya, si ungu manis ini melihat Jaehyun dan Yunho tidur bersama dimana Yunho benar-benar terlelap dalam dekapan sang kakak.
Mungkin para pelayan sudah terbiasa dengan hal seperti itu tapi bagi jantung seorang Jung wooyoung tidaklah seperti itu.
Saat ini, pria manis itu tengah berdiri di sebuah gasebo di mana ada kolam ikan di depannya.