Semua yang mendengar ungkapan dari Jaerim memasang raut wajah bingung, terutama Yunho.
"S-saya?" Yunho menunjuk diri sendiri dengan ekspresi bingung. Jaerim mengangguk kecil namun tidak melepas senyum menawan di wajahnya.
Yunho melirik ke arah Wooyoung, pria itu seakan melempar sebuah pertanyaan 'Apa aku berbuat salah?' , Wooyoung yang paham hal itu hanya mengedikkan bahunya kemudian dengan pola bibirnya bisa Yunho tangkap 'Aku tidak tahu'.
So eun sudah melepaskan pelukannya pada suaminya, wanita cantik itu menyeka sisa air matanya.
Manik matanya yang masih terlihat sendu itu menatap Yunho.
"Mom, you okay? Why you crying?" Tanya Mingi dengan sedikit khawatir, pria itu sangat jarang melihat ibunya menangis.
"Aku baik-baik saja sayang..." So eun melangkah ke arah Yunho, Jaerim hanya membiarkan istrinya namun pandangannya tidak lepas dari Yunho.
"Kau benar-benar anak nakal!"
Tubuh Yunho membeku.
Wanita itu memeluknya dengan sangat erat. Wanita itu bahkan sedikit berjinjit karena tinggi tubuh Yunho. Kedua tangan Yunho terangkat kaku di udara.
"Ada apa ini?" Batinnya.
"Maafkan aku yang tidak mengenalimu dengan cepat, kau bahkan sudah berdiri tegap di depanku waktu itu tapi aku tidak mengenalimu sama sekali. Maafkan tante hum?" So eun mengeluarkan semuanya, wanita itu benar-benar merasa sangat bersalah. Harusnya sejak awal ia melihat pria ini, dia sudah mengetahui bahwa dia adalah anak sahabatnya, Boa. Saat itu, bahkan ia memeluknya juga tapi kenapa dia sangat lambat mengenalnya?
Mingi menoleh dengan cepat saat mendengar apa yang ibunya ucapkan.
"Tua bangka sialan itu benar-benar melepas anaknya seperti ini..." Ji eun yang mendengar ucapan sang ayah sontak menoleh ke arahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sebenarnya ada apa ini?" Ji eun membuka suara, Yunho melirik ke arahnya, seperti mewakili rasa kebingungannya.
"Mom? Papa?" Tanya Ji eun menatap orangtuanya bergantian.
So eun masih memeluk tubuh Yunho dengan erat. Wanita itu seakan tidak ingin melepas pria itu.
"N-nyonya sebenarnya ada apa?" Yunho yang sudah mulai tenang melayangkan sebuah pertanyaan, kedua tangannya cukup ragu membalas pelukan wanita itu.
So eun melepas pelukannya, meski wajahnya terlihat sembab karena menangis, wanita itu tersenyum cerah menatap wajah Yunho.
"Kalian benar-benar mirip,terutama wajah ini..." Ucap So eun menangkup penuh wajah Yunho. Mata Yunho sedikit membulat.
"Kau pasti kemari karena merindukan ibu bukan?" Manik mata Yunho langsung menatap tajam ke arah So eun.
"Bagaimana dia bisa tahu?" Tanya Yunho dalam hati.