Setelah puas menikmati satu minggu bersama kedua saudaranya, kini Yunho kembali tinggal di apartemen sederhana miliknya.
Pria manis itu tengah duduk di kursi single sembari menatap sebuah bingkai foto besar yang terpasang di dinding ditemani dengan segelas coklat hangat dalam genggaman tangannya.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 00.00, tepatnya tengah malam.
Senyum tipis menghiasi wajahnya kala menatap foto sang ibu di depan sana.
"Hah tidak terasa waktu berjalan secepat ini mom, kupikir aku masih bisa leluasa mengikuti jejak yang kau tinggalkan dan kini usiaku sudah melewati batas perjanjian sebelumnya... "
Yunho menyeruput coklat hangatnya sejenak, isi kepalanya seakan diterjang badai, indentitas nya bisa saja diekspos oleh kedua kakaknya karena perjanjian mereka sudah melewati batas perjanjian. Yunho bukannya tidak menyukai jika saudaranya mengekspos dirinya tapi ruang geraknya akan terbatas dan itu benar-benar akan sangat merepotkan.
Apalagi kuliahnya masih berada di semester 4, Yunho tanpa sadar mencebikkan bibir bawahnya membayangkan kesehariannya akan berubah maksimal.
Tapi untungnya keluarganya belum mengumumkan apapun ke publik.
Sebenernya jam tidur Yunho itu berkisar antara jam 10 ataukah jam 11 malam tapi entah malam ini ia ingin begadang sembari mengedit foto-foto yang ia ambil sebelumnya.
Foto dimana jejak sang ibu tertinggal.
°
Keesokan paginya, Yunho memutuskan untuk sekedar berjalan kaki menuju kampusnya, lumayanlah menghirup udara segar di pagi hari karena ia berangkat di jam 07.00 yang artinya masih sangat minim orang serta kendaraan berlalu lalang dan yang paling penting udara masih bersih.
Yunho melihat sekitar, sepertinya ada yang aneh. Beberapa hari ini dia memang sempat membuat seisi kampus heboh akan identitas dirinya tapi anehnya tidak ada yang menyerangnya dengan berbagai macam pertanyaan ataupun hal lainnya.
Yunho bernapas lega karena itu tapi juga merasa janggal dengan kedamaian ini.
Apa kakaknya melakukan sesuatu lagi?
Normalnya, jika seseorang sudah terbuka cangkangnya maka sekitarnya akan heboh dan tentu saja dia tidak akan bisa berjalan bebas seperti ini tapi kenyataannya?
Dia masih bisa berjalan bebas tanpa banyak kamera dan penguntit mengikutinya.
"Nanti akan ku tanyakan langsung pada hyungie... " Yunho bergumam pelan dan berjalan di koridor kampus menuju kelasnya.
Sesampainya di kelas, sudah ada beberapa teman sekelas Yunho yang datang.
"Pagi Yunho-ssi... " Sapa salah satu wanita yang duduk di pertengahan. Yunho menoleh, "Pagi juga... " Jawab Yunho kemudian melihat sekeliling.
"Tidak biasanya anak itu belum datang... " Batin Yunho.
Anak yang dimaksud adalah Wooyoung, si petakilan.
"Wooyoungie belum datang, mana sanggup dia datang pagi-"
Brak!
"Wish!! Pagi!! "
"Oh dia datang... " Ujarnya ketika si empunya nama setelah menggebrak pintu kelas yang menarik atensi semua penghuninya.
"Oh hehe pagi.. " Sapa Wooyoung, ia menyengir pelan dan melangkah masuk.
"Pagi Yunho~~~" Sapanya kembali saat berdekatan dengan tempat duduk Yunho.
