⸻
Flashback is on
Baik Mingi maupun Yunho terdiam melihat sosok pria yang tengah berdiri di depan gerbang, tepatnya pada saat mobil hitam Mingi akan meninggalkan halaman rumahnya, seorang pria dengan postur tubuh yang tidak terlalu tinggi menghadang mobil Mingi
Satu hal yang langsung tertangkap oleh mata Mingi adalah rambut merah menyalanya.
Pria itu.
Pria yang mengawal Yunho di toko boneka tempo hari.
"Jongho!" Pekik Yunho dengan antusias. Mingi sontak menoleh melihat wajah antusias Yunho yang sangat jarang dia perlihatkan.
"Love?" Ujar Mingi tanpa melepas pandangannya pada pergerakan Yunho.
Tanpa melihat ke arah Mingi, pria manis itu bergerak melepaskan seltbeltnya, ekor matanya melirik ke arah Mingi sekilas.
"Wait a minute..." Ucap Yunho setelah melepas seltbelt, pria manis itu mencondongkan tubuhnya ke arah Mingi dan mencium pria itu tepat pada bibir tebalnya.
Bukan hanya sekedar mencium, si beruang manis itu dengan berani menyesap lembut bibir bawah Mingi kemudian menjauhkan wajahnya dengan cepat meskipun telinganya sudah sedikit memerah karena malu.
Mingi yang tidak siap dengan serangan dadakan Yunho hanya bisa diam membisu,berusaha mencerna apa yang sedang terjadi. Jongho sendiri yang melihat Yunho mencium pria itu hanya bisa mengeram kesal, dia tidak menyangka jika hubungan mereka sudah sejauh itu.
"A-apa yang...." Gumam Mingi menyentuh bibirnya, irisnya mengikuti pergerakan Yunho yang sudah keluar dari mobil dan sedikit berlari menuju Jongho.
"Lama tidak bertemu, Yunho hyung." Ucap Jongho melihat Yunho yang berjalan kearahnya dengan senyuman.
Sepertinya tuan mudanya itu juga merindukannya, bukannya terlalu percaya diri tapi Jongho memang merupakan salah satu pengawal yang paling dekat dengan Yunho. Dan Yunho sendiri sudah menganggap Jongho adalah adik kecilnya.
Jongho pun juga tidak memanggil Yunho dengan embel-embel 'tuan muda' jika mereka hanya berdua saja, karena Yunho sendiri yang memberinya perintah seperti itu.
"Hu'um, kau kemana saja eoh? Kau menghilang seperti ditelan bumi cj..." Sungut Yunho dan menjatuhkan tubuh bongsornya pada Jongho berupa pelukan yang sangat erat, Jongho yang memang sudah tahu apa yang akan Yunho lakukan langsung membalas pelukan dan menahan bobot tubuh si beruang besar.
"Tuan Subin memberiku tugas dan baru kemarin bisa kuselesaikan, mengingat hari kelahiran hyung sudah dekat." Jawab Jongho mengusap lembut punggung Yunho.
Mingi yang masih berada di dalam mobil hanya bisa memperhatikan interaksi keduanya. Setelah insiden di toko itu, Mingi bisa menyimpulkan bahwa Yunho dan pengawalnya satu itu terbilang sangat dekat. Bisa dia lihat sendiri bagaimana antusiasnya Yunho melihat pria bersurai merah didepan sana.
Yunho melepas pelukannya dan sedikit memanyungkan bibirnya menatap wajah Jongho.
"Tidak ada yang terluka bukan?" Tanya Yunho menelisik tubuh Jongho.
Jongho hanya terkekeh gemas melihat reaksi Yunho kemudian berkata, "Aku tidak apa-apa hyung, bagaimana denganmu?" Tanya Jongho, manik matanya yang tajam menelisik tubuh Yunho.
