Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pria berzodiak Leo itu terdiam, pikirannya melayang entah kemana.
Sedotan minuman itu pun hanya bersandar saja pada belahan bibir seksinya tanpa minat melanjutkan menikmati minumannya.
"Apa dia tidak mengingatku?" Mingi menghela napas.
Ia meletakkan gelasnya diatas meja dan menatap hamparan pemandangan di depannya.
Atap perumahan.
Saat ini ia berada di salah satu rumah milik keluarganya, di kawasan Namsan-dong. Salah satu tempat elit yang tidak semua orang bisa tinggal disana.
Sesekali Mingi akan berkunjung ketempat ini saat ingin menenangkan diri atau pun ingin menikmati waktu sendirinya.
Tiap rumah yang keluarganya beli selalu di tempati oleh dua atau pun tiga pelayan untuk selalu menjaga kebersihan di rumah itu.
Jemarinya menyisir helai rambutnya. Matanya memandang pemandangan di depannya namun pikirannya tidak berada di tempatnya.
Mingi menerawang tentang kejadian dimana ia masih dalam suasana ospek di kampusnya.
"Maaf Sunbae, tapi aku tidak ingin satu team dengannya..." Ujar pria berkacamata itu pada seniornya yang menatapnya dengan pandangan meminta penjelasan ke arahnya. Terlihat jelas jika ia serius dengan ucapannya.
Pria tinggi yang berdiri disampingnya sontak mendelik kearahnya namun diabaikan.
"Ya! Apa maksudmu?" Protes pria berpostur tinggi itu namun lagi-lagi kehadirannya diabaikan oleh pria berkacamata itu.
Saat ini mereka berada di lorong kampus, hanya bertiga.
Setelah para senior itu membagi kelompok untuk para mahasiswa baru , tanpa mereka duga ada satu mahasiswa baru datang menghampiri mereka setelah mengumumkan hasil pengelompokkan yang sudah mereka susun sebelumnya. Saat itu para mahasiswa baru akan mendapatkan tugas pertama mereka selama ospek berlangsung.
Dan disinilah mereka bertiga.
Sebenarnya sosok bertubuh tinggi itu hanya tidak sengaja lewat tapi saat mendengar namanya disebut,mau tak mau dirinya pun ikut dalam pembicaraan itu dan benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Dirinya yang menawan itu di tolak oleh pria berkacamata itu untuk satu team dengannya.
Mereka Mingi dan Yunho.
Dan yang membuat Mingi menganga tidak percaya dengan apa yang ia dengar adalah alasan ia di tolak seteam dengan pria berkacamata itu.
"Aku tidak ingin satu team dengannya, para fansnya akan sering mengerubungi kami dan membuat kegaduhan. Dan aku tidak suka hal yang berisik seperti itu, hal seperti itu hanya akan menghambat berlangsungnya tugas kami." Tutur Yunho langsung menatap ke arah seniornya, tanpa minat menatap ke arah Mingi, sedikit pun.