Felix menyeruput jus jeruknya sembari mendengarkan Hyunjin bicara. Dua siswa itu tengah berjalan beriringan di koridor sekolah menuju ruang club dance untuk melakukan latihan dalam rangka menyambut festival perayaan ulang tahun sekolah mereka.
"Di kelasku ada seorang siswa baru yang sangat menyebalkan," ucap Hyunjin sembari membenarkan letak tali tasnya yang sedikit melorot.
"Memangnya apa yang dia lakukan padamu?" Tanya Felix menanggapi.
"Tidak ada."
"Lalu?"
"Dia tampan dan memiliki tubuh yang bagus, jadi para perempuan mulai mengejarnya dan mengabaikanku. Padahal kan ketampananku jauh lebih darinya."
Felix kembali menyeruput jus jeruknya tanpa menanggapi ucapan sahabatnya. Ia pikir siswa baru itu sungguhan memiliki sifat yang menyebalkan tapi ternyata hanya Hyunjin saja yang takut kalah tenar di antara para perempuan.
"Fel, kau tidak menanggapiku?"
"Ya ya ya kau adalah siswa yang paling tampan di sekolah ini dan tidak ada duanya, jadi diam dan jangan mengeluh lagi. Mengerti?"
Hyunjin cemberut kemudian siswa tampan dengan perawakan tinggi itu memilih diam karena ngambek. Felix tidak peduli karena ia tau jika ditanggapi maka Hyunjin akan semakin mengeluh padanya soal apa yang harus dilakukan untuk merawat wajah tampannya. Iya, itu sudah sering terjadi.
"Aku sudah punya kekasih!"
Hyunjin dan Felix menghentikan langkah kaki mereka ketika dari arah berlawanan terdengar suara berisik langkah kaki beberapa orang. Seorang siswa dengan seragamnya yang berantakan berlari kencang menghindari kejaran beberapa perempuan, hal itu membuat Felix buru-buru menepi agar tidak tertabrak rombongan itu.
"Fel, dia siswa baru itu!" Ucap Hyunjin yang kelewat heboh membuat Felix memperhatikan dengan lekat wajah siswa yang sedang berlari ke arahnya.
Tampan, itu adalah hal pertama yang terlintas di pikiran Felix. Sekarang ia paham kenapa para siswi tergila-gila dengan siswa baru itu. Hyunjin juga tampan tapi mereka memiliki aura yang berbeda ketika dilihat secara sekilas, atau mungkin itu hanya perasaannya saja karena ia sudah terbiasa melihat ketampanan Hyunjin yang pernah membuat seorang siswi pingsan ketika diberi senyum oleh pemuda itu.
"Sayang!"
Felix berkedip bingung ketika siswa baru itu melambaikan tangan ke arahnya. Felix pikir si siswa baru memanggil seseorang di belakangnya namun ternyata tidak ada siapa-siapa disana selain dirinya dan Hyunjin, lalu.. Tidak mungkin mereka yang dimaksud kan? Itu hanya perkiraan Felix namun dalam hitungan detik tiba-tiba tangannya ditarik hingga masuk ke dalam rengkuhan siswa baru yang baru saja menghentikan larinya.
Hyunjin menutup mulutnya dengan mata yang melotot terkejut, pun dengan para siswi yang seketika menghentikan langkah mereka dengan ekspresi yang sangat kaget ketika melihat siswa baru itu mencium Felix tepat di depan mata kepala mereka. Iya, mencium. Bibir bertemu bibir.
Felix merasa badannya kaku dan pikirannya kosong. Pemuda manis itu tidak tau apa yang harus dilakukan ketika siswa baru itu sedikit melumat bibirnya. Felix masih berdiri kaku sampai beberapa saat kemudian siswa baru itu melepas pagutannya dan menatap sekeliling dimana para perempuan yang mengejarnya sudah pergi karena merasa kesal dan patah hati.
"Kau kehilangan kesadaranmu," ucap siswa baru itu sembari menatap ke arah Felix tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Terima kasih atas bantuanmu um... Lee Felix. Aku akan mengingat nama itu," lanjutnya sebelum kemudian melenggang pergi begitu saja meninggalkan Felix yang masih kebingungan dan Hyunjin yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 5 [ChangLix]
FanfictieKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2021, September 11th ⚠️BXB AREA⚠️ Cerita dan ide original dari Sweetbearry10. Saya hanya mem...
![Three Words 5 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/284685682-64-k258831.jpg)