Paws, I Love You III

1.4K 244 52
                                        

Changbin gagal memaksa Felix untuk mandi, sekarang justru dadanya yang terasa sakit seperti sedang diselingkuhi. Terpaksa Changbin menutupi luka dengan perban agar dadanya tidak sakit ketika bergesekan dengan baju. Sungguh, cakaran kucing terasa lebih sakit daripada ditikung teman sendiri. Ya meskipun Changbin belum pernah sih.

Mata Changbin memperhatikan Felix yang kini sedang bermain dengan bola kecil pemberian Minho. Mungkin kalau kucing yang sedang bermain akan kelihatan lucu, tapi masalahnya Felix dalam bentuk manusia yang sekarang sedang asik bermain bola. Felix sudah kembali memakai pakaiannya, baju pink milik keponakan Changbin kembali terpasang manis di tubuhnya. Mirip anak kecil tapi tetap saja agak tidak pantas jika Felix bermain bola untuk kucing.

"Heh kucing liar," panggil Changbin membuat Felix menoleh ke arahnya. Bagus, dia sadar diri.

"Dimana rumahmu?" Tanya Changbin dengan ekspresi tidak bersahabat. Iya lah, Changbin kan sedang kemusuhan.

"Tidak tau," jawab Felix sembari mengedikkan bahunya dan kembali bermain dengan bola.

"Bagaimana mungkin tidak tau? Kau memakai kalung yang ada namamu, jelas saja kau punya pemilik kan?"

Felix tak menjawab membuat Changbin jadi gemas dan segera merebut bola Felix membuat pemuda manis itu memekik lucu.

"Kenapa diambil?" Protes Felix dengan kening yang berkerut kesal.

"Dimana rumahmu?"

"Disini," jawab Felix dengan santai.

"Ini bukan rumahmu."

"Tapi sekarang aku tinggal disini."

Changbin memijat kepalanya kemudian lelaki itu menarik tangan Felix agar duduk di sampingnya. Changbin menarik nafas kemudian menghembuskannya perlahan agar ia bisa sabar.

"Sebelumnya kau tinggal dimana?"

"Tidak tau."

"Kenapa tidak tau?"

"Karena aku tidak tau, kenapa kakak banyak bertanya?"

"Karena aku berhak tau. Pemilikmu pasti sedang bingung mencari, bagaimana jika nanti aku dituduh menculik karena menampungmu disini? Kau mau aku dipukuli orang sekampung?" Tanya Changbin melebih-lebihkan membuat bibir Felix mengerucut imut.

"Tidak akan ada yang menuduh kakak," jawab Felix yang kemudian melempar bolanya, sudah tidak selera bermain lagi.

"Kalau begitu beritau aku dimana rumahmu."

"Aku sudah tidak punya rumah!" Ucap Felix dengan agak kesal karena Changbin terus menanyakan hal yang sama.

"Jadi kau sungguhan gelandangan?"

"Aku tidak tau apa itu gelandangan, tapi mungkin iya," ucap Felix dengan polos membuat Changbin mencoba menjelaskannya secara perlahan.

"Tidur di jalanan, kau seperti itu?" Tanya Changbin yang kemudian diangguki oleh Felix.

"Kakek sudah meninggal," ucap Felix sembari menunduk sedih membuat Changbin terkejut.

"Kau punya kakek?"

"Sudah tidak punya lagi," jawab Felix dengan polos membuat Changbin menggeleng cepat.

"Sebelumnya punya kan?"

Felix mengangguk kemudian pemuda manis itu menduselkan pipinya ke lengan Changbin dengan manja.

"Kakk meninggal beberapa hari yang lalu dan putrinya membuangku kesini karena tidak ingin merawatku."

Changbin terdiam, jadi begitu ceritanya. Pantas saja Felix tidak mau bercerita ketika ia terus bertanya, pasti pemuda manis itu sangat sedih. Changbin tau kok rasanya ditinggal oleh kakek yang ia sayang.

Three Words 5 [ChangLix]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang