Married by Accident III

2.5K 285 155
                                        


Changbin menatap lurus ke arah Felix yang kini duduk di tepi ranjangnya. Changbin masih mengenakan celana pendek dan juga kaos rumahannya dengan rambut yang lumayan berantakan karena hari masih sangat pagi untuk kunjungan tamu. Lebih aneh lagi ketika sudah 15 menit Felix berada di kamarnya namun pemuda manis itu hanya diam menatapnya tanpa mengucapkan apa-apa.

"Mau mengajak sarapan bersama?" Tanya Changbin yang dijawab dengan gelengan kepala dari Felix.

"Mau minta diantar ke suatu tempat?"

Felix kembali menggeleng sebelum kemudian pemuda manis mengambil sesuatu dari saku jaketnya membuat Changbin menyipitkan mata untuk meyakinkan diri bahwa ia tidak salah lihat. Changbin pun bangun dari duduknya kemudian mendekati Felix hingga matanya melebar ketika sadar bahwa yang ia lihat adalah nyata.

"Mual?" Tanya Changbin yang dijawab anggukan oleh Felix.

"Masuk kamar mandi cepat," ucap Changbin sembari menarik tangan Felix menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.

"Butuh bantuan, Fel?" Tanya Changbin di ambang pintu kamar mandi.

"Bantu doa kak."

Changbin mengangguk kemudian pemuda itu menutup pintu kamar mandi membiarkan Felix menyelesaikan urusannya. Setelahnya Changbin benar-benar tak bisa duduk diam, kakinya terus berjalan mondar-mandir dengan tangan yang terkatup rapat untuk memanjatkan doa.

Lima menit terasa sangat lama membuat Changbin makin tak sabar hingga membuatnya merasa frustasi. Menunggu memang tidak enak kan? Beberapa menit berlalu suara pintu dibuka terdengar membuat Changbin dengan segera menatap ke arah kamar mandi yang mana pintunya masih tetutup. Pemuda itupun beralih menatap pintu kamarnya dimana mamanya masuk dengan membawa nampan berisi beberapa makanan dan juga dua gelas minuman.

"Mana Felix?" Tanya mama Changbin sembari meletakkan nampan di tangannya ke atas meja di kamar itu.

Tepat setelah mama Changbin bertanya, suara pintu kamar mandi dibuka terdengar dengan Felix yang muncul membawa sebuah testpack di tangannya.

"Tante?"

Felix terkejut, Changbin panik, sedangkan mama Changbin sudah berjalan mendekati Felix ketika melihat pemuda manis itu membawa testpack. Felix yang masih terkejut tak bisa melawan ketika mama Changbin mengambil testpack dari tangannya.

"Astaga! Positif?!" Pekik mama Changbin dengan kaget membuat wajah Changbin seketika pucat pasi. Positif? Ia tidak salah dengar kan?

"Tante, itu–"

"Katanya seorang laki-laki yang memakai testpack dan hasilnya positif berarti memiliki kanker. Apa orangtuamu sudah tau soal penyakitmu?" Tanya mama Changbin dengan nada khawatir membuat Changbin maupun Felix bingung harus menjawab seperti apa.

"Belum– maksudnya.. Bukan begitu tante."

"Tunggu biar tante telepon bundamu," ucap mama Changbin yang kemudian keluar kamar dengan cepat.

"Kak! Jangan beritau bunda dulu!" Ucap Felix sembari menarik tangan Changbin ketika ia sadar bahwa bahaya sedang mengancam.

Changbin segera berlari menyusul mamanya, begitu pula dengan Felix yang mengikuti di belakangnya. Di ruang tengah, mama Changbin sudah memegang ponselnya dan terlihat sedang berbicara dengan pengeras suara yang diaktifkan.

"Kanker apanya?" Tanya bunda Felix di sebrang sana dengan kebingungan karena mama Changbin tiba-tiba berucap panik padanya menyebut soal kanker.

"Ma, tunggu dulu. Biar aku jelaskan," ucap Changbin sembari mendekati mamanya untuk merebut ponsel wanita itu. Namun mama Changbin bergerak lebih cepat dengan berlari menjauh sembari bicara pada bunda Felix.

Three Words 5 [ChangLix]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang