Song recommendation
Stray Kids - Ex
"Sayang!"
Felix menoleh dan senyumnya mengembang melihat seorang lelaki tengah berlari ke arahnya dengan membawa payung yang melindunginya dari hujan. Felix yang sebelumnya duduk di sebuah kursi pun segera berdiri dan mendekati kekasihnya.
"Aku kira kau lupa menjemputku," ucap Felix sembari mengusap wajah kekasihnya yang basah terkena cipratan air hujan.
"Mana mungkin aku melupakanmu," ucap kekasih Felix sebelum kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling lobi kampus yang sepi.
Cup
"Maaf aku terlambat menjemputmu," ucap si lelaki setelah mengecup kilat bibir Felix.
"Karena sekarang sedang hujan, jadi aku memaklumi dan dengan senang hati memaafkanmu," ucap Felix diikuti senyum manis yang membuat kekasihnya merasa gemas.
"Kau tidak boleh tersenyum semanis ini pada orang lain, mengerti?"
"Memangnya kenapa?"
"Mana rela aku berbagi senyum manismu dengan orang lain. Senyum ini hanya milikku," ucap lelaki itu sembari mengusap pelan bibir Felix dengan ibu jarinya.
"Seo Changbin posesif!"
Felix segera kabur menyusuri lobi dan Changbin yang melihatnya segera menyusul sembari berteriak hingga suaranya menggema di tengah lobi yang sepi.
"Felix jangan berlarian, lantainya basah!"
Suara hujan membangunkan Changbin yang tengah terlelap di ranjangnya. Ketika matanya terbuka terlihat air mengalir di jendela besar apartemennya menandakan hujan sedang turun. Tirai yang sengaja tak ditutup memperlihatkan air yang berjatuhan dengan pantulan sinar gedung pencakar langit yang berpendar di sekelilingnya. Lelaki itu mengubah posisinya menjadi duduk kemudian tangannya bergerak mengusap sudut matanya yang basah. Lagi-lagi ia menangis dalam mimpinya.
Sudah sebulan terakhir Changbin mendapatkan mimpi yang sama setiap malamnya. Sebuah cerita kilas balik dari kehidupan percintaannya. Cerita indah yang tak akan pernah bisa diulang, pun dikenang dengan kesenangan. Itu semua tak ada, yang tersisa hanyalah penyesalan dan kesedihan yang mendalam.
Tangan lelaki itu perlahan bergerak mengambil sebuah ponsel pintar yang diletakkan di ujung ranjang. Jemarinya menari di atas layar hingga suara seseorang terdengar dari pengeras suara ponselnya.
"Mimpi lagi bocah malang?" Tanya suara di sebrang sana seakan sudah tau apa yang dialami Changbin barusan.
"Ini semua sangat melelahkan," ucap Changbin sembari mengusap wajahnya dengan kasar.
"Memang lebih baik jangan jatuh cinta."
"Aku tidak pernah menyesal mencintainya. Menjalin hubungan dengannya adalah keputusan terbaik yang pernah aku buat dalam hidupku."
"Bagaimana dengan mencampakkannya? Apakah itu keputusan yang baik juga?"
Changbin berdecak, tiap kali ia terbangun karena mimpinya ia selalu menelepon Chan untuk berkeluh kesah, namun sahabatnya itu juga selalu saja membuat rasa bersalahnya terhadap Felix semakin besar.
"Diamlah aku tidak butuh ocehan tidak penting darimu."
"Jika begitu aku akan mematikan panggilan," ucap Chan dengan santai membuat Changbin segera menahannya.
"Tunggu!"
"Biarkan aku mengambil cuti bulan depan dan aku akan memberitaumu informasi yang penting."
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 5 [ChangLix]
Fiksi PenggemarKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2021, September 11th ⚠️BXB AREA⚠️ Cerita dan ide original dari Sweetbearry10. Saya hanya mem...
![Three Words 5 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/284685682-64-k258831.jpg)