Stronger Than You III

1.3K 224 67
                                        


"Siswa di belakang sana, bisakah kau maju dan menyelesaikan soal nomor satu?"

Felix merasa pandangan seluruh kelas tertuju padanya membuat dirinya yang sedang mencoret-coret buku mendongak menatap ke depan dimana Changbin sedang menatapnya dengan tatapan menyebalkan.

"Saya ulangi lagi, siswa yang duduk di ujung belakang tolong maju untuk menyelesaikan soal nomor satu," ucap Changbin dengan sebuah senyum miring tipis seakan meremehkan Felix.

Felix bangun dari duduknya kemudian pemuda manis itu berjalan maju ke depan dengan yakin. Changbin tersenyum puas namun kemudian senyumnya luntur ketika Felix berjalan begitu saja melewatinya menuju pintu kelas.

"Berhenti!"

Felix tak mendengarkan dan tetap berjalan hingga ia merasakan bahunya ditarik paksa oleh Changbin. Dengan berani Felix menatap penuh permusuhan ke arah "gurunya" membuat suasana kelas memanas karena para siswa menebak Felix akan membuat onar.

"Lee Felix," panggil Changbin membaca tag nama di seragam Felix dengan lantang dan jelas.

"Kau tidak mendengar saya bicara?" Lanjut Changbin dengan tangan yang meremat bahu Felix membuat pemuda manis itu makin terganggu.

"Saya ingin ke toilet, Pak Changbin," ucap Felix dengan nada sok sopan yang justru terdengar seperti sedang mencemooh.

"Selesaikan soal lebih dulu," ucap Changbin tak mau kalah membuat Felix menatap kesal ke arahnya.

"Pak Changbin mau melihat saya kencing disini?"

"Silahkan jika kau mau melakukannya."

Felix sangat ingin menepis tangan Changbin yang masih berada di pundaknya, namun ia tidak ingin membuat keributan di hari pertama sekolahnya. Selain ia malas bertengkar, ia juga tak mau berurusan dengan guru kedisiplinan yang jelas sangat menyebalkan. Namun di sisi lain ia juga tak mau mengalah pada Changbin atau lelaki itu akan semakin menindasnya.

Felix menatap Changbin kemudian pemuda manis itu menyingkirkan tangan Changbin dari bahunya dan berjalan ke arah papan tulis sesuai permintaan lelaki itu. Changbin memperhatikan Felix dengan seksama dan kesabarannya harus diuji ketika Felix menuliskan sebuah kalimat yang membuat beberapa siswa terkikik geli.

"SAYA TIDAK TAU JAWABANNYA," tertulis begitu besar di tengah papan tulis kemudian dengan santainya Felix melenggang pergi yang tentunya tak akan dibiarkan begitu saja oleh Changbin.

"Akh!"

Felix memekik sakit ketika Changbin tanpa sengaja mencengkeram lengannya yang terluka. Seluruh siswa terkejut, pun dengan Changbin yang segera melepas cengkramannya dengan panik ketika sadar bahwa ia menyentuh luka yang belum sembuh sepenuhnya.

"Ayo ke uks," ucap Changbin dengan sigap ketika melihat Felix kesakitan.

"Kalian selesaikan soal di halaman 88 dan kumpulkan di meja saya ketika kelas berakhir," ucap Changbin pada siswa di kelas itu sebelum kemudian menarik Felix keluar menuju ruang kesehatan.










"Untungnya luka jahitannya tidak terbuka, meski begitu tolong lebih berhati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," ucap dokter yang berjaga di ruang kesehatan.

Seorang wanita berusia 30an tersebut membereskan kotak obatnya kemudian membetulkan letak lengan kemeja Felix hingga kembali menutupi perban yang dililitkan di lengannya. Changbin yang terus menunggu disana bernafas lega kemudian lelaki itu menatap Felix yang terlihat berkeringat karena kesakitan beberapa waktu lalu.

"Maaf bu, bisakah saya bicara berdua dengan siswa saya?" Ucap Changbin dengan sopan pada dokter yang segera menyetujuinya.

"Saya akan menunggu di luar," ucap dokter tersebut sebelum kemudian keluar dari ruang kesehatan meninggalkan Changbin berdua bersama Felix yang masih duduk di tepi ranjang.

Three Words 5 [ChangLix]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang