D*ck Picture II

1.7K 257 79
                                        


Felix celingukan di depan gerbang sekolahnya. Sudah 40 menit sejak bel pulang berbunyi tapi Changbin belum juga nampak di sekolahnya padahal sekolah mereka berjarak sangat dekat. Bahkan para siswa yang mengenakan seragam sekolah Changbin sudah berseliweran sejak tadi tapi pemuda itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya, mengirim pesanpun tidak. Felix kan malas jika harus menunggu lama.

"Tau begini aku naik angkot saja," gumam Felix dengan bibirnya yang cemberut karena kesal.

"Felix!"

Felix menoleh dan mendapati seorang teman sekelasnya menghentikan motor di sampingnya.

"Kenapa belum pulang?" Tanya teman Felix dengan nametag bertuliskan Hwang Hyunjin di seragamnya.

"Tidak apa-apa. Hyunjin mau langsung pulang?"

"Iya, mau nebeng?" Tanya Hyunjin dengan peka yang dijawab dengan anggukan dan juga ringisan lucu dari Felix.

"Cepat naik, dalam hitungan 1.. 2.."

"Ish sebentar!" Ucap Felix yang kesusahan mengunci pengait helmnya.

Hyunjin berinisiatif membantu Felix untuk mengaitkan helmnya namun tangannya tiba-tiba ditepis oleh seseorang yang tidak dikenalnya.

"Aku kan sudah bilang akan menjemputmu," ucap Changbin membuat Felix menoleh malas ke arah pemuda itu. Ngambek, kan Felix terlanjur kesal harus menunggu lama.

"Aku juga sudah bilang akan pulang dengan temanku," jawab Felix dengan ketus membuat Hyunjin memilih diam karena tidak tau apa-apa.

"Ayo aku antar pulang," ucap Changbin sembari menarik pergelangan tangan Felix, namun pemuda manis itu segera menepisnya dan naik ke motor Hyunjin.

"Ayo Hyunjin."

Hyunjin masih diam ketika Changbin menatap tidak bersahabat ke arahnya. Pemuda itu bingung juga harus bagaimana. Mau mengantar Felix tapi takut dihajar Changbin yang terlihat seperti preman sekolah, tapi jika menurunkan Felix nanti pemuda manis itu ngambek dan tidak mau membawakan kue-kue enak lagi ke sekolah. Nah kan serba salah.

"Hyunjin!" Panggil Felix sembari menepuk bahu Hyunjin dengan kesal.

"Aku terlambat karena harus ke ruang club basket dulu untuk mengambil barangku yang ketinggalan disana," ucap Changbin seakan tau kenapa Felix mengabaikannya. Kok bisa peka? Padahal mereka baru kenal kemarin ya?

"Ayo turun," ucap Changbin dengan nada yang lebih lembut membuat Hyunjin merinding mendengarnya. Sudahlah, ia mau pura-pura tuli saja.

"Mengirim pesan dulu kan bisa. Aku jadi terlihat seperti patung selamat datang ketika menunggumu tadi," ucap Felix dengan kesal sembari turun dari motor Hyunjin.

"Mana ada patung selamat datang yang cantik begini."

Jawaban Changbin justru makin menyulut emosi Felix. Harga dirinya sebagai laki-laki sejati seakan dipertanyakan karena Changbin terus menyebutnya cantik.

"Aku akan pulang dengan temanku!" Ucap Felix sembari menarik tudung hoodie Hyunjin agar pemuda itu tidak kabur meninggalkannya. Nah kan Hyunjin lagi yang jadi korban.

"Aku minta maaf. Ayolah Felix pulang denganku, masa iya baru berkenalan sudah bertengkar," ucap Changbin dengan tangan yang menahan pergelangan tangan Felix agar tidak pergi.

"Ini kan salahmu!"

"Iya aku minta maaf, jangan marah lagi," ucap Changbin sembari mengusap pelan kepala Felix membuat Hyunjin makin merinding. Kenapa dirinya harus terjebak disana?

"Jangan pegang-pegang!" Ucap Felix sembari menepis tangan Changbin dari kepalanya.

Changbin jadi bingung kalau Felix marah begini. Mereka baru berkenalan jadi ia masih belum tau cara menjinakkan Felix. Pemuda itupun menoleh menatap Hyunjin, mencoba mengirim sinyal meminta bantuan yang jelas ditolak oleh teman Felix itu. Hyunjin sangat paham sifat Felix yang ngambekan jadi pemuda itu tak mau menceburkan diri ke dalam danau yang terisi buaya. Sama saja bunuh diri kan?

Three Words 5 [ChangLix]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang