Changbin bangun pagi ketika ayam mulai berkokok. Keadaan kos masih sepi dan belum ada kerusuhan yang diciptakan oleh para penghuni berbatang, yang ada disana hanyalah suara dengkuran yang bersahutan dari dalam kamar. Ah, itu hal yang biasa di dalam kos putra.
Pukul 6 lewat 20 menit Changbin sudah mandi, wangi, dan tampan mempesona. Di pundaknya sudah tersampir tas hitam dengan beberapa buku dan sebuah laptop di dalamnya. Pagi-pagi begitu Changbin sudah siap pergi ke kampus. Bukan karena kelas pagi, bukan juga ingin sarapan di warung murah favorit mahasiswa, pemuda itu hanya ingin menghindar dari tuyul berbahaya tetangga kamar kosnya. Prinsipnya adalah lebih baik membusuk di kampus daripada menggila di kosnya.
"Semoga hariku lebih baik dari kemarin," gumam Changbin sebelum kemudian berjalan mengendap keluar kamar. Entah apa gunanya, biarkan saja Changbin bahagia.
Changbin berjalan dengan hati-hati dan langkahnya berhenti di depan sebuah kamar yang ingin ia hindari. Pemuda itu mengeluarkan sebuah bungkusan berisi bunga tujuh rupa kemudian segera menaburkan isinya di depan pintu kamar Felix seakan ia akan melakukan sebuah ritual pengusiran setan. Itu sih kata orang-orang di internet, Changbin bagian ikut-ikutan saja kok.
"Jadi ini alasan Felix tiba-tiba lengket dengan kakak?"
Sebuah suara dari belakang membuat Changbin terkejut dan seketika ia merasa harinya akan buruk ketika melihat Jisung berdiri di dekatnya dengan tangan yang menyilang di depan dada. Kenapa harus Jisung? Kenapa?!
"Aku tidak menyangka Kak Changbin sampai menggunakan pelet demi mendapatkan Felix."
"Pelet apanya?!" Teriak Changbin dengan heboh karena merasa tidak terima.
Tidak, ini salah paham. Changbin tidak suka menggunakan ilmu hitam demi mendapatkan seseorang, ia hanya menabur bunga untuk mengusir roh jahat dari dalam diri Felix. Sudah, hanya itu.
"Pantas saja Felix sampai berani mencium lebih dulu, ternyata ini ulah si kembang tujuh rupa dari Kak Changbin ya? Aku sungguh tidak menyangka," ucap Jisung sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kau salah paham!"
Cklek
"Ugh berisik sekali, ada apa sih?"
Changbin menelan ludah gugup ketika Felix muncul dari balik kamar dengan muka bantal. Rambut si bocah rusuh itu berantakan dan matanya masih setengah tertutup karena belum sepenuhnya sadar. Lucu sih, tapi bukan itu masalahnya! Kata orang-orang di internet, jika ia dipergoki ketika menebar bunga, maka ritual pengusiran setannya akan gagal. Itu berarti....
"Lihat Fel, kak Changbin menyebarkan bunga di depan kamarmu!" Adu Jisung dengan nada julid seperti pembawa acara gosip selebriti.
Felix menatap ke bawah kemudian matanya sepenuhnya terbuka dan beralih menatap Changbin yang terlihat panik. Aksi pengusiran setannya benar-benar gagal!
"Kak Changkibar menyambut pagiku dengan bunga?"
"Eh? Tidak, ini salah paham! Jisung hanya salah lihat tadi."
"Ternyata kak Changkibar sangat romantis ya," ucap Felix sembari senyum-senyum menggelikan membuat Jisung berkedip tak percaya.
"Romantis apanya?" Tanya Changbin dengan ekspresi bingung.
"Pagi-pagi begini sudah memberikan bunga, bukankah ini seperti kekasih romantis di dalam drama?"
Oh, jadi begitu. Changbin sempat lupa jika Felix adalah manusia paling aneh di muka bumi ini. Ya.. Baguslah jika begitu, setidaknya ia tidak akan dianggap sebagai pengikut setan karena sudah mencoba mengusir roh jahat menggunakan bunga tujuh rupa. Soal Felix yang menganggapnya romantis biarkan saja, tetangganya itu kan memang orang yang aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 5 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2021, September 11th ⚠️BXB AREA⚠️ Cerita dan ide original dari Sweetbearry10. Saya hanya mem...
![Three Words 5 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/284685682-64-k258831.jpg)